Timika, mimbarpapua.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga, menegaskan pentingnya pemahaman yang menyeluruh terhadap kondisi lapangan dan aspek sosial masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan Jembatan Kampung Aparuka. Hal ini disampaikan dalam seminar awal dan interim yang digelar di Swiss-Belinn Timika pada Jumat (21/11/2025).
Dalam arahannya, Inosensius menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak hanya soal aspek fisik, tetapi harus melihat masalah sosial, budaya, dan dinamika masyarakat di wilayah yang akan dibangun.
“Ketika terjadi kendala di lapangan, kita tidak bisa hanya bicara soal teknis. Kita sering tidak tahu apa masalah sebenarnya karena hanya melihat fisiknya. Padahal kita juga harus memahami sosiologi masyarakat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pembangunan Jembatan Aparuka memiliki tujuan besar, yakni membuka keterisolasian wilayah, memperkuat akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Inosensius memberikan apresiasi kepada tim konsultan yang telah melakukan pengumpulan data awal dan survei lapangan dengan berbagai metode. Ia berharap informasi yang diperoleh benar-benar membantu mengantisipasi potensi hambatan di masa depan, termasuk persoalan sosial seperti klaim lahan dan permintaan kompensasi.
“Konsultan bukan hanya memberikan gambar teknis, tapi juga masukan tentang hal-hal yang dapat terjadi ketika pembangunan dimulai. Termasuk aspek budaya dan mereka yang punya hak atas lokasi tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar desain jembatan nantinya disusun dengan mempertimbangkan kelaikan teknis, efisiensi biaya, keamanan, keberlanjutan, dan berdaya guna bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus menjadi legacy bagi pemerintah dan masyarakat, bukan sekadar formalitas.
“Jangan sampai sudah dibangun, tapi tidak dipakai. Semua harus dihitung dengan baik. Teknologi konstruksi sudah berkembang, jadi harus kita manfaatkan agar hasilnya lebih baik dan tahan lama,” tegasnya.
Inosensius berharap para peserta seminar dapat memberikan masukan yang konstruktif untuk penyempurnaan dokumen perencanaan jembatan tersebut.
“Ini langkah awal. Saya harap semua pihak bisa memberikan masukan demi pembangunan yang tepat dan bermanfaat bagi masyarakat Aparuka,” tutupnya. (hn)









