Timika, mimbarpapua.com – Kepolisian Resor (Polres) Mimika akhirnya membeberkan kronologi dan penyebab pasti di balik insiden kebakaran yang melanda Gereja Katolik Stasi Fransiskus. Rumah ibadah yang terletak di Kampung Pomako LS RT 03, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah tersebut hangus dilalap api pada Rabu (27/5/2026) malam.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pihak kepolisian menegaskan bahwa peristiwa tersebut murni disebabkan oleh faktor kelalaian. Polisi memastikan tidak ada unsur kesengajaan maupun gangguan arus pendek (korsleting) listrik dalam musibah ini.
Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul setelah pelaksanaan ibadah sore. Sumber api diduga kuat berasal dari lilin altar yang belum padam sepenuhnya saat ditinggalkan oleh jemaat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Keterangan para saksi di lokasi, api diduga berasal dari lilin yang digunakan saat ibadah sore hari dan tidak dipadamkan secara sempurna,” ujar Iptu Hempy saat memberikan keterangan pada Kamis (28/5/2026).
Kondisi bangunan gereja yang sebagian besar bermaterial kayu membuat kobaran api dengan cepat membesar. Dalam waktu singkat, si jago merah melahap seluruh struktur bangunan beserta isinya, termasuk meja altar, kursi ibadah, buku-buku lagu rohani, hingga berbagai perlengkapan liturgi lainnya.
Saat api mulai membesar, warga di sekitar Kampung Pomako sempat berhamburan dan berupaya melakukan pemadaman secara manual. Namun, aksi gotong-royong tersebut terbentur kendala alam. Kondisi air laut yang sedang surut di kawasan pesisir tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan akses air yang memadai.
Sekitar pukul 20.20 WIT, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian untuk menjinakkan api. Kedatangan armada pemadam sempat diwarnai ketegangan karena sejumlah warga meluapkan kekecewaannya dan menilai respons petugas terlambat. Meski demikian, situasi emosional tersebut berhasil diredam oleh personel kepolisian yang bersiaga di lokasi.
Meskipun kerugian material diperkirakan cukup besar, Polres Mimika memastikan bahwa insiden ini tidak memakan korban, baik luka-luka maupun korban jiwa.
”Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut karena bangunan gereja dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi,” pungkas Iptu Hempy.
Saat ini, situasi di lokasi kejadian pasca-kebakaran dilaporkan sudah sepenuhnya aman dan terkendali.(*)














