Timika, mimbarpapua.com – Kepala Distrik Kwamki Narama, Naftali Edwin Hanuebi, menegaskan komitmen penuh pemerintah distrik dalam percepatan penurunan stunting.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan rembuk stunting yang digelar pada 19 November 2025 bertempat di Hotel Serayu Timika.
Menurutnya berdasarkan data SKI Kabupaten Mimika tahun 2024, prevalensi stunting berada di angka 10,9%, sementara Distrik Kwamki Narama masih berada pada angka yang cukup tinggi yaitu 24,14%. Melihat kondisi tersebut, pemerintah distrik Kwamki Narama, menetapkan target penurunan menjadi 18% pada tahun 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum tersebut, seluruh peserta menyepakati untuk melaksanakan Enam Aksi Konvergensi Penanganan dan Pencegahan Stunting, yaitu:
- Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat
- Pemantauan dan penanganan gizi bagi kelompok sasaran
- Peningkatan akses layanan kesehatan
- Sanitasi dan air bersih yang layak
- Kolaborasi antarlembaga dan pemangku kepentingan
- Monitoring dan evaluasi berkala
Selain itu, disepakati pula sasaran prioritas yang mencakup 1 kelurahan dan 9 kampung. Yang mana setiap kampung dan OPD terkait diwajibkan memasukkan kebutuhan pendanaan stunting dalam APBD dan APBK, sehingga program dapat berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Naftali Edwin Hanuebi menegaskan bahwa peran distrik akan diperkuat untuk mendukung pemerintah kampung dalam setiap tahapan konvergensi. Pemerintah kampung juga diminta meningkatkan gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengoptimalkan pendampingan keluarga bagi lima kelompok sasaran utama: remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita 0–12 bulan.
“Kami siap melaksanakan komitmen ini dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab demi masa depan anak-anak di Kwamki Narama,” tegas Edwin. (hn)









