Timika, mimbarpapua.com – Dalam rangka memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas layanan Kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar rapat kordinasi lintas sektor Rabu (19/11/25) di Hotel Grand Tembaga Timika.
Kepala Dinas Kesehatan Mimika melalui Kepala Bidang Kesmas, Ny. Lenni Silas, yang menegaskan bahwa persoalan AKI dan AKB masih menjadi pekerjaan besar bagi daerah.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang luas, termasuk Mimika dengan karakter wilayah yang beragam, turut memepengaruhi akses pelayanan kesehatan sehingga penurunan angka kematian ibu dan bayi menjadi tantangan tersendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kegawatdaruratan maternal dan neonatal adalah kondisi berbahaya yang dapat mengancam nyawa ibu maupun bayi. Banyak kasus terjadi karena adanya tiga keterlambatan yakni terlambat mengambil keputusan, terlambat merujuk, dan terlambat memberikan tindakan,” tegas Lenni.
Selain itu, ia juga menyoroti faktor risiko lain yang masih sering ditemukan di lapangan, yakni 4 Terlalu; terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, serta terlalu dekat jarak kehamilan.
Menurutnya, faktor-faktor tersebut berkontribusi signifikan terhadap tingginya kasus kehamilan berisiko di Mimika.
Sehingga melalui rakor lintas sektor ini, Dinkes Mimika ingin menyatukan persepsi semua pihak terhadap regulasi nasional terkait peningkatan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Sinergi antar sektor diharapkan mampu memperkuat jejaring rujukan, meningkatkan kesiapsiagaan tenaga kesehatan, serta memastikan setiap ibu mendapatkan pelayanan sesuai standar nasional.
“Rakor ini menjadi momentum penting untuk mempertegas komitmen kita dalam menyelamatkan ibu dan bayi di Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas serta cakupan layanan KIA, termasuk memperkuat kemampuan puskesmas dan fasilitas kesehatan rujukan dalam menangani kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Dengan meningkatnya kualitas layanan, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Mimika dapat ditekan secara signifikan.
Harapannya kegiatan tersebut yang dihadiri oleh para Kepala Distrik, Kepala Puskesmas, Penanggung Jawab KIA dari 10 puskesmas wilayah kota, serta para direktur fasilitas kesehatan terkait dan seluruh pemangku kepentingan terus berperan aktif dalam memperkuat pelayanan KIA di wilayah masing-masing sehingga upaya penyelamatan ibu dan bayi dapat berjalan lebih optimal. (hn)








