Timika, mimbarpapua.com – Dengan situasi Kwamki Narama khususnya disekitar lokasi konflik yang kini sudah kondusif aman, pihak Kepolisian Mimika baik Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah dan Polres Mimika terus melakukan pengamanan.
Hal ini mengingat kedua kubu sudah sepakat damai yang kemudian akan dilanjutkan dengan prosesi atau ritual adat perdamaian.
Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Onisimus Umbu Sairo, S.I.K menyampaikan bahwa dengan situasi yang sudah kondusif serta mengingat unsur Forkopimda sedang lagi pembicaraan untuk perdamaian, pihak keamanan terus melaksanakan pengamanan agar tidak ada lagi perang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekarang kami melakukan sweping terhadap alat-alat perang. Semua personel baik Polres Mimika maupun Brimob kita kerahkan untuk memukul mundur kelompok-kelompok perang keluar supaya wilayah Kwamki dalam kondisi steril dan aman sebelum proses perdamaian adat dilakukan,”kata Kaden Brimob saat ditemui dilokasi Kamis (08/01/2026).
Disampaikan Kompol Onisimus bahwa sesuai dengan informasi yang diperoleh kelompok tersebut sedang berkumpul untuk menyamakan persepsi.
“Kami minta jangan ada pembicaraan dilokasi perang sebelum ada kesepakatan perdamaian,karena kami antisipasi jangan sampai ada timbul emosi juga jangan sampai ada anggota yang menjaga dan melindungi mereka jadi korban,”ujarnya.
Kata Danyon bahwa untuk personnel Brimob yang dikerahkan sebanyak 200 personil , dan sudah menempati beberapa pos yang ada di beberapa titik.
“Jadi pada saat kita sweeping dan pengejaran, itu kami mengamankan barang bukti berupa panah, parang, serta senapan angin. Kami juga mengamankan belasan orang untuk selanjutnya diserahkan ke Polres Mimika,” ujarnya.
Ditambahkannya bahwa dalam pelaksanaan tugas, pihaknya menerapkan sistem Kejar, Tangkap, dan Periksa (KTP) dengan penyisiran secara intensif siang dan malam.
“Jadi tidak ada lagi toleransi dengan kejahatan, negara harus kuat berantas kejahatan, kami cintai kemanusiaan,” ujar Kompol Onisimus.
Dalam kesempatan tersebut Kompol Onisimus sangat menyayangkan adanya satu pos pengamanan yang sedang dibangun itu telah dirusaki.
“Saat ini sedang dibangun kembali.Mereka merusaki dengan menggunakan kampak. Padahal pos ini akan ditempati oleh personel Polres dan Brimob. Pos pengamanan ini didirikan bertujuan untuk memberikan rasa aman serta menjaga situasi agar tetap kondusif,” katanya. (*)









