Misa Rabu Abu : Ribuan Umat Katolik Padati Gereja Katedral Tiga Raja, Masa Prapaskah Dimulai

- Admin

Kamis, 19 Februari 2026 - 06:20 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak umat Katolik saat menerima abu di dahinya. 

Nampak umat Katolik saat menerima abu di dahinya. 

Timika, mimbarpapua.com – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Tiga Raja untuk merayakan Misa Rabu Abu pada 18 Februari 2026.

Perayaan ini menandai dimulainya masa Prapaskah selama 40 hari, di mana umat menerima abu di dahi sebagai tanda pertobatan.

Misa Rabu Abu juga menjadi awal dimulainya masa berpantang dan berpuasa sebagai tanda pertobatan dan bagian dari komitmen untuk perubahan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pastor Beni Magai, Pr dalam homilinya yang diambil dari Injil Matius mengatakan, Rabu Abu dalam Gereja katolik juga gereja tradisi barat selalu merayakan 2 hal, yakni Rabu Abu itu dilambangkan masa Prapaskah untuk mencapai 40 hari sebelum paskah.

Dan hal kedua adalah sebuah hari raya Kekristenan untuk beribadah dan berpuasa sebagai tanda perkabungan, pertobatan dan merendahkan hati untuk menyongsong kebangkitan kristus.

“Maka ada pertanyaan untuk apa saya dan anda berpuasa dan bertobat ? Kalau tidak punya tujuan, intensi lebih baik tidak usah. Karena orang berpuasa, berpantang dan orang bertobat ada tujuan yang mau dicapai,” Kata Pastor Beni.

Pastor Beni mengatakan, bahwa tujuan yang ingin dicapai dalam Rabu Abu ini adalah bersama-sama Yesus mau merdeka. Merdeka dari dosa, kelemahan, kerapuhan, kesombongan dan biarlah Yesus mati menguburkan dan memancarkan kemerdekaan.

Dengan demikian hari ini adalah awal yang baik untuk berkomitmen berpuasa dan berpantang mempersiapkan kemenangan dari Allah melalui Yesus yang akan ditandai dengan abu atau debu di dahi.

“Kita adalah rapuh, kita adalah manusia yang lemah tapi dalam abu Tuhan selalu hadir, memberikan harapan, kesempatan untuk kita berbalik kepada-NYA,” ujarnya.

Pastor menjelaskan, dalam bacaan pertama dijelaskan koyakkanlah hatimu bukan pakaian, Tuhan tidak lihat pakaian yang indah tapi Tuhan melihat hati umat yang bermotif.

Artinya, berpuasa dan berpantang serta bertobat bukan tampak luar tapi tampak hati dan pikiran yang harus di rubah.

“Siapa yang merubah itu, dalam bacaan kedua dikatakan bahwa kita akan didamaikan oleh Allah melalui Yesus Kristus,” tutur Pastor Beni.

Katanya, dalam bacaan injil juga jelas dikatakan kalau berpuasa jangan kampanye. Karena, semua itu kembali ke diri sendiri untuk bagaimana menghayati puasa dan pantang tersebut.

Ia menjelaskan, Puasa artinya mengurangi porsi makan, pantang adalah hal-hal yang berlebihan yang mungkin mengganggu keimanan akan Tuhan, kebaikan atau hal berkat yang disembunyikan di situlah pantang supaya hal-hal baik itu tetap dipancarkan.

Misalnya, sebelumnya porsi makan dalam sebulan habiskan Rp3 juta mungkin dalam masa Prapaskah ini dikurangi jadi Rp1, 5 juga.

Misalnya juga, bagi yang suka merokok satu hari lebih dari satu bungkus mungkin bisa dikurangi. Dan yang suka main slot juga bisa dikurangi atau dipantang, yang suka bergosip dapat dikurangi atau dipantang dan lainnya.

“Dari bacaan-bacaan hari ini ada beberapa pesan yang kita petik untuk kita bawa menjadi perenungan selama 40 hari 40 malam menyongsong misteri paskah, pertama kita harus bertobat, bertobat dari hal-hal lama yang mengganggu kedekatan kita dengan Tuhan dan sesama,”ujarnya.

Lanjut,”Kedua adalah kita berpuasa dan berpantang mengurangi porsi makan dan minum atau pantang sesuai yang berlebihan. Dan terakhir berkomitmen untuk perubahan. Puasa dan pantang dibuat untuk ada perubahan,”pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Polres Mimika Gelar Upacara Peringati Hari Kesadaran Nasional
Temuan BPK, KPU Mimika Kembalikan Dana Hibah Rp 502 Juta
Komisi I DPRK Gelar Pertemuan Dengan Unsur TNI-Polri, Bahas Kamtibmas Di Wilayah Mimika
Gelar Aksi Demo Damai, FRP Timika Minta PTFI Tutup
Sambut Fajar Paskah, Ribuan Umat Kristiani Gelar Pawai Obor
Ribuan Umat Katolik Merayakan Malam Paskah
Dibawah Derasnya Hujan, Misa Jumat Agung Tetap Khidmat
Tiba Di Jayapura, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang Disambut Unsur Forkopimda Papua

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:11 WIT

Temuan BPK, KPU Mimika Kembalikan Dana Hibah Rp 502 Juta

Rabu, 15 April 2026 - 18:37 WIT

Komisi I DPRK Gelar Pertemuan Dengan Unsur TNI-Polri, Bahas Kamtibmas Di Wilayah Mimika

Selasa, 7 April 2026 - 17:11 WIT

Gelar Aksi Demo Damai, FRP Timika Minta PTFI Tutup

Minggu, 5 April 2026 - 08:44 WIT

Sambut Fajar Paskah, Ribuan Umat Kristiani Gelar Pawai Obor

Minggu, 5 April 2026 - 08:40 WIT

Ribuan Umat Katolik Merayakan Malam Paskah

Jumat, 3 April 2026 - 22:47 WIT

Dibawah Derasnya Hujan, Misa Jumat Agung Tetap Khidmat

Kamis, 2 April 2026 - 17:57 WIT

Tiba Di Jayapura, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang Disambut Unsur Forkopimda Papua

Kamis, 26 Maret 2026 - 18:26 WIT

Gantikan Pejabat Lama, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang Resmi Memimpin Kodam Cenderawasih

Berita Terbaru

Suasana di lapangan Mini Soccer Goldstone Arena. 

Olahraga

Resmi Bergulir, 32 Sekolah Ikut Turnamen Kapolda Cup 2026

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:03 WIT