Timika,mimbarpapua.com – Sebuah truk bermuatan kayu mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Logpong, pertigaan SP VI, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 12.25 WIT.
Akibat peristiwa tersebut, satu orang mengalami luka berat dan delapan penumpang lainnya mengalami luka ringan.
Kecelakaan melibatkan sebuah truk berwarna merah yang dikemudikan pria berinisial S.M. (58). Meski kendaraan yang dikemudikannya terperosok ke jurang, sopir dilaporkan tidak mengalami luka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Satuan Lalu Lintas Polres Mimika, truk yang mengangkut kayu tersebut melaju dari arah Pelabuhan Pomako menuju Kota Timika dengan membawa sembilan orang penumpang.
Saat tiba di Jalan Logpong, pengemudi diduga mengantuk sehingga kehilangan kendali. Truk kemudian keluar dari badan jalan dan masuk ke jurang.
Benturan keras menyebabkan seluruh penumpang terlempar dari kendaraan, sementara satu korban tertimpa muatan kayu.
Korban luka berat berinisial P.E. (45) mengalami patah tulang pada kaki kanan.
Sementara korban lainnya mengalami luka ringan dengan berbagai kondisi, mulai dari luka lecet, memar, hingga lebam di beberapa bagian tubuh.
Seluruh korban telah dievakuasi oleh petugas dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.
Selain menimbulkan korban luka, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta.
Satu unit truk beserta muatan kayu telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Mimika, IPTU Hempy Ona, mengatakan dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah faktor kelelahan yang menyebabkan pengemudi mengantuk saat mengemudikan kendaraan.
“Pengemudi diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk sehingga kendaraan keluar dari badan jalan dan terperosok ke jurang. Saat ini Satlantas Polres Mimika masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut,” kata Hempy.
Ia mengimbau para pengemudi, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, agar memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Apabila merasa lelah atau mengantuk, sebaiknya berhenti dan beristirahat di tempat yang aman. Jangan memaksakan diri berkendara karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Hempy.(*)














