Timika, mimbarpapua.com – Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H menegaskan bahwa pos yang dibakar itu bukan pos Brimob tapi itu pos penyekatan.
“Itu bukan pos Brimob, tapi itu pos penyekatan yang dibuat pada perang kali lalu. Pos itu dibuat untuk membatasi supaya mereka tidak bentrok,”tegasnya saat ditemui di Kantor Polsek Kwamki Narama, Senin (13/04/2026).
Menurutnya bahwa pos tersebut itu sebenarnya sudah berakhir dan mau dibongkar karena sudah tidak difungsikan lagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebenarnya pos itu sudah kita mau bongkar, tapi karena kayunya besi dan berat,”ujar Kombes Pol. Gatot Suprasetya.
Ia juga menegaskan bahwa personel saat melakukan penindakan itu menggunakan peluru karet dan peluru hampa.
“Seperti yang kena rekoset kemarin itukan peluru karet bukan peluru tajam. Kemudian tenda-tenda yang di pinggir jalan itu dibersihkan atau dibongkar supaya mereka tidak kumpul lagi. Mereka inikan masak dan kasih makan kemudian perang lagi, makanya kita razia untuk mengambil sajam mereka supaya tidak berperang lagi,”tegas Kombes Pol. Gatot Suprasetya.
Sementara itu ditambahkan Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hilldiario Budiman, S.I.K., M.H bahwa pada Minggu kemarin (12/04/2026) seorang perempuan terkena panah.
“Sudah dirawat di Rumah Sakit. Kemarin kita lakukan tindakan tegas terukur, dan ada yang terkena peluru karet, itu karena mereka serang kita. Untuk korbannya 1 orang dilokasi sudah dievakuasi ke Rumah Sakit sementara 1 orang itu dibawah oleh masyarakat,” ungkapnya. (*)














