Timika, mimbarpapua.com – Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Mimika Timur. Seorang sopir kontainer berinisial DYR (44) bersama rekannya DL (30) menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pelajar SMK pada Senin (4/5/2026) siang.
Insiden tersebut berlangsung di perempatan Jalan Logpon–Timika sekitar pukul 12.45 WIT, saat kendaraan yang dikemudikan korban melintas dari arah Poumako menuju Timika.
Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, membenarkan kejadian itu saat dikonfirmasi, Selasa (5/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, peristiwa bermula ketika sejumlah pelajar menghentikan laju truk dan meminta diantar ke Logpon.Namun permintaan itu ditolak oleh sopir karena sedang membawa rekannya yang sakit malaria menuju Puskesmas Mapurujaya. Penolakan tersebut memicu cekcok antara kedua pihak.
“Awalnya hanya adu mulut, tapi kemudian berkembang menjadi aksi pelemparan terhadap kendaraan,” ungkap Kapolsek.
Situasi semakin memanas ketika sopir turun dari kendaraan untuk melindungi diri. Ia sempat menggunakan slang sebagai alat pertahanan, namun justru memicu pelajar lain ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan.
Korban akhirnya diserang menggunakan tangan kosong dan batu, hingga mengalami luka di bagian kepala. Polisi juga menduga sebagian pelaku berada dalam pengaruh minuman keras saat kejadian berlangsung.
“Jumlah pelaku sekitar 20 orang, dan ada yang dalam kondisi mabuk,” tambahnya.
Pasca kejadian, aparat Polsek Mimika Timur langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan situasi serta melakukan penyelidikan. Sejauh ini, satu pelajar telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Selain menyebabkan korban luka, peristiwa tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada kendaraan, terutama pada bagian kaca yang pecah akibat lemparan batu. Truk kontainer tersebut kini diamankan di Mapolsek sebagai barang bukti.
Untuk menyelesaikan persoalan ini, pihak kepolisian berencana melakukan mediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak, termasuk orang tua dan pihak sekolah.
“Rencananya hari Kamis akan kami pertemukan agar masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tutup Kapolsek. (*)














