Timika, mimbarpapua.com – Situasi keamanan di kawasan pendulangan Mile 21, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi perhatian aparat kepolisian setelah seorang warga berinisial M.N. (50) menjadi korban penganiayaan, Selasa (25/8/2026) malam.
Untuk mencegah situasi berkembang dan memicu bentrokan susulan, Polres Mimika bersama Polsek Mimika Baru mengevakuasi sekitar 200 pendulang dari sejumlah titik pada Rabu (26/8/2026) dini hari.
Evakuasi dimulai sekitar pukul 03.00 WIT. Langkah tersebut diambil menyusul insiden penganiayaan yang terjadi di kawasan pangkalan ojek Gardu Pagar Kuning sekitar pukul 22.10 WIT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
M.N. dilaporkan mengalami luka cukup serius setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam jenis parang. Korban mengalami patah pada kaki kiri serta luka sayatan pada kedua tangan dan hingga kini masih mendapatkan perawatan di RSUD Mimika.
Informasi awal kepolisian menyebutkan, kejadian bermula ketika sekelompok orang diduga menghadang sejumlah pendulang dan meminta sejumlah uang. Situasi kemudian memanas hingga berujung pemukulan dan penyerangan.
Sekitar 10 orang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Beberapa di antaranya disebut membawa parang. Selain menyebabkan korban terluka, insiden itu juga mengakibatkan tiga unit sepeda motor mengalami kerusakan.
Menyikapi kondisi tersebut, personel gabungan Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru bergerak menuju kawasan pendulangan. Sebelum memasuki Mile 21, aparat terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan pihak SRM di CP 28.
Rombongan kepolisian berangkat sekitar pukul 03.06 WIT dan tiba di Mile 21 pada pukul 03.41 WIT. Setibanya di lokasi, petugas melakukan pendataan sekaligus mengarahkan masyarakat pendulang untuk keluar dari kawasan tersebut demi alasan keamanan.
Sekitar pukul 04.22 WIT, rombongan pendulang bersama aparat kemudian bergerak menuju Jalan Leo Mamiri. Mereka tiba sekitar pukul 05.10 WIT dengan kondisi aman dan situasi yang dilaporkan tetap terkendali.
Dari pendataan aparat, sekitar 200 pendulang berhasil dievakuasi. Mereka terdiri atas 35 orang dari Mile 21, 30 orang dari Gardu Pagar Kuning, dan 135 orang dari Kompleks Lanal.
Operasi tersebut dipimpin Wakapolres Mimika Kompol Jaihot Limbong, S.H., bersama Kabag Ops Polres Mimika AKP Yulius Harikatang, Kasubbag Dal Ops Bag Ops AKP Yakobos Sera Ayatanoi, Kasat Reskrim AKP Putut Yudha Pratama, S.T.K., serta Kasat Samapta Iptu Fransiskus Tethool, S.E., M.H., dibantu personel Polres Mimika dan Polsek Mimika Baru.
Polres Mimika menegaskan bahwa evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Aparat juga berupaya mencegah kemungkinan aksi balasan, provokasi maupun bentrokan antarkelompok.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.(*)














