Timika, mimbarpapua.com — Keberadaan sembilan warga yang diduga menjadi korban penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Hingga Senin (24/8/2026), polisi masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap secara jelas peristiwa tersebut.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, tim di lapangan terus mengumpulkan informasi dan melakukan investigasi guna menemukan titik terang terkait keberadaan para warga maupun pihak yang diduga terlibat.
“Untuk saat ini, masih kita terus lakukan olah TKP dan investigasi bersama tim di sana,” ujar Alredo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, proses penyelidikan masih menghadapi sejumlah kendala. Polisi masih berupaya menemukan beberapa saksi yang dinilai mengetahui langsung kejadian tersebut.
Salah satu saksi yang tengah dicari adalah seorang perempuan yang dilaporkan mengalami patah kaki saat insiden berlangsung. Setelah kejadian, perempuan tersebut telah diamankan oleh keluarganya dan dibawa ke kampung yang lokasinya cukup jauh dari tempat kejadian.
“Ibu yang kaki patah itu kampungnya jauh sekali. Dia sudah bergabung bersama keluarganya di sana,” jelas Alredo.
Di tengah proses pencarian dan penyelidikan, kondisi keamanan di Distrik Jila dilaporkan masih relatif aman dan kondusif.
Alredo menyebut, berdasarkan laporan Kapolsek Jila, situasi di wilayah tersebut masih landai. Aparat juga tetap berada di lapangan untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan.
“Situasi masih kondusif, olah TKP dan investigasi masih dilaksanakan,” katanya.
Dukungan terhadap penanganan situasi di Jila juga terus berjalan. Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mimika kembali disalurkan ke wilayah tersebut dengan dukungan transportasi udara dari TNI Angkatan Udara.
Sementara itu, polisi hingga kini belum dapat memastikan motif di balik dugaan penyanderaan terhadap sembilan warga tersebut.
Menurut Alredo, belum ada pernyataan maupun klaim dari pihak yang diduga sebagai pelaku yang dapat menjadi petunjuk mengenai motif dan pihak yang bertanggung jawab.
“Belum tahu motifnya apa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam sejumlah aksi yang dilakukan kelompok bersenjata, biasanya terdapat klaim atau pernyataan mengenai pihak yang bertanggung jawab. Namun, dalam kasus di Jila, hingga kini belum ada pernyataan semacam itu.
“Biasanya kalau beraksi kan ada yang menyatakan bertanggung jawab. Kali ini tidak ada,” kata Alredo.
Kepolisian masih terus menggali informasi dari berbagai pihak untuk menyusun kronologi kejadian secara utuh. Selain itu, pencarian terhadap keberadaan sembilan warga serta upaya mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab juga terus dilakukan.
Polisi memastikan situasi keamanan di Distrik Jila tetap dipantau, sementara proses investigasi berjalan untuk mengungkap fakta di balik dugaan penyanderaan yang hingga kini masih menyisakan sejumlah misteri.(*)













