Timika, mimbarpapua.com — Evakuasi tenaga kesehatan (nakes) dari Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menjadi perhatian serius karena berdampak pada keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Pascaevakuasi, Kepolisian Resor Mimika menyatakan siap membuka ruang koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan instansi terkait untuk menentukan langkah yang tepat dalam membantu masyarakat Jila.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak mengatakan, hingga saat ini pihak kepolisian belum memiliki rencana khusus untuk mengirimkan tenaga medis maupun obat-obatan ke Distrik Jila.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk itu kami belum ada rencana ke sana. Nanti kami tetap berkomunikasi, yang pastinya juga dengan Pemda, dengan segala instansi yang lain,” ujar Alredo.
Menurutnya, kondisi masyarakat di Jila membutuhkan penanganan secara bersama-sama. Karena itu, langkah bantuan tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan harus melalui koordinasi dan kolaborasi antarlembaga.
Alredo menegaskan, kebutuhan masyarakat serta perkembangan situasi di lapangan akan menjadi pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan yang nantinya diberikan.
“Nanti kita akan upayakan komunikasi seperti apa ke depannya untuk bantuan atau segala macamnya. Perlu ini, dan perlu kolaborasi,” tuturnya.
Ia menambahkan, kepolisian akan terus berkomunikasi dengan pemerintah daerah maupun instansi lainnya untuk melihat langkah yang dapat dilakukan guna mendukung masyarakat di Distrik Jila.
Dengan adanya koordinasi lintas instansi tersebut, diharapkan kebutuhan warga Jila, terutama terkait pelayanan kesehatan, tetap mendapat perhatian meski tenaga kesehatan sebelumnya telah dievakuasi dari wilayah tersebut.(*)












