Timika, mimbarpapua.com – Kepolisian Sektor Kwamki Narama mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang dapat memicu situasi keamanan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul penanganan kasus dugaan pembunuhan terhadap Jaren Wamang Maga
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, menegaskan bahwa perkara tersebut merupakan kasus kriminal murni yang sedang ditangani melalui proses hukum oleh kepolisian.
“Kami meminta masyarakat, terutama tokoh masyarakat dan keluarga korban, agar mempercayakan proses penanganan ini kepada kepolisian. Beberapa pihak yang diduga terlibat sudah teridentifikasi dan penyelidikan masih terus berjalan,” ujar Yusak usai bertemu dengan keluarga korban, Selasa (4/8/2026) malam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan antara pihak kepolisian dan keluarga almarhum Jaren Wamang Magai tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Dalam kesempatan itu, Yusak meminta para tokoh masyarakat ikut berperan dalam meredam emosi warga agar tidak muncul tindakan yang dapat memperkeruh keadaan maupun memicu aksi balasan.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghubungkan kasus tersebut dengan persoalan konflik antarkelompok. Menurutnya, kedua pihak sebelumnya telah menyepakati perdamaian melalui proses adat yang melibatkan para tokoh dari masing-masing kelompok.
“Jangan sampai kasus pidana ini berubah menjadi persoalan lain yang lebih besar. Kesepakatan damai yang sudah dibuat harus tetap dihormati bersama demi menjaga keamanan,” tegasnya.
Sementara itu, keluarga almarhum Jaren Wamang Magai menyampaikan sejumlah permintaan kepada kepolisian, di antaranya agar bantuan bahan makanan diberikan langsung ke rumah duka serta meminta pembongkaran pagar yang dibangun oleh Kelompok Niwigelan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Kwamki Narama menyampaikan bahwa seluruh aspirasi keluarga akan diteruskan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti sesuai aturan dan kewenangan yang berlaku.
Ia juga menghargai rencana keluarga untuk melakukan pertemuan internal sebelum menyampaikan hasil pembahasan kepada pemerintah maupun pihak kepolisian.
“Kami berharap keluarga dapat membantu menyampaikan pesan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan kekerasan. Mari bersama menjaga keamanan dan ketertiban agar proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Yusak. (*)














