Tindaklanjut Laporan Dugaan Pemalakan dan Penyanderaan Di Kali Wania, Polisi Selidiki Pelakunya

- Admin

Selasa, 7 April 2026 - 17:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nampak personel polisi Kuala Kencana saat menuju lokasi kejadian. 

Nampak personel polisi Kuala Kencana saat menuju lokasi kejadian. 

Timika, mimbarpapua.com – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya dugaan tindak pidana pemalakan dan penyanderaan yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal, kini pihak Kepolisian Mimika tengah selidiki pelakunya.

Penyanderaan yang dilakukan oleh pelaku itu dengan menyendera 1 unit roda empat serta 3 orang dewasa dan 6 orang anak – anak di Kali Wania atau Kali Eden di depan Cafe Wanal Ban Timika, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika itu terjadi pada Senin kemarin (06/04/2026).

Kasi Humas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, S.E, menjelaskan bahwa dugaan kasus ini dilaporkan oleh warga yang mengaku menjadi korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Para pelaku diduga berjumlah sekitar enam orang dan melakukan pemalangan jalan serta mengancam korban menggunakan senjata tajam. Peristiwa tersebut bermula saat para korban hendak kembali dari kawasan Kali Wania atau Eden, kemudian dihadang oleh pelaku yang memblokir jalan menggunakan kayu,”terangnya.

Disampaikan Iptu Hempy bahwa dari keterangan korban, para pelaku sempat melakukan intimidasi serta mencoba memaksa dua korban perempuan, namun korban melakukan perlawanan.

“Pelaku sebelum kabur itu mengambil satu unit handphone dan sejumlah uang tunai,”katanya.

Kata Iptu Hempy, pada saat personel Polsek Kuala Kencana menuju TKP untuk melakukan pengecekan dan penyisiran, para pelaku sudah tidak berada di tempat.

“Petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga milik pelaku serta merobohkan pos jaga yang kerap digunakan sebagai tempat pemalangan liar di lokasi tersebut.Situasi saat ini telah aman dan konfusif dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku,”katanya.

Dengan adanya hal tersebut Polres Mimika menghimbau kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan aktivitas mandi di Kali Wania atau kali Eden, mengingat lokasi tersebut rawan terjadi tindak kriminalitas seperti pemalakan dan kekerasan.(*)

Berita Terkait

Kecelakaan Maut Di Jalan Ahmad Yani Timika, Pengendara Honda Beat Tewas Ditabrak Avanza
Polres Mimika Ungkap Penyebab Kebakaran Gereja Stasi Fransiskus: Murni Kelalaian, Bukan Korsleting Listrik
Ditinggal Belanja Ke Distributor, Kios Kelontong Di Jalan Serui Mekar Dibobol Maling Melalui Plafon
44 Pendulang Emas Tradisional Kawe Berhasil Dievakuasi Ke Boven Digoel
Kasus Penyanderaan Di Kali Wania, Polres Mimika Bentuk Tim Kejar 20 Orang Terduga Pelaku
Respons Cepat Kriminalitas, Polsek Kuala Kencana Pasang Barikade Peringatan Di Kali Wania
Gagal Total Skenario Kabur YK: Sebulan Sembunyi, Malah Terciduk Jelang Naik Kapal
Pangkoops TNI Habema Pimpin Langsung Kesiapan Evakuasi Korban Di Korowai

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:05 WIT

Kecelakaan Maut Di Jalan Ahmad Yani Timika, Pengendara Honda Beat Tewas Ditabrak Avanza

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:56 WIT

Polres Mimika Ungkap Penyebab Kebakaran Gereja Stasi Fransiskus: Murni Kelalaian, Bukan Korsleting Listrik

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:51 WIT

Ditinggal Belanja Ke Distributor, Kios Kelontong Di Jalan Serui Mekar Dibobol Maling Melalui Plafon

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:55 WIT

44 Pendulang Emas Tradisional Kawe Berhasil Dievakuasi Ke Boven Digoel

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:18 WIT

Kasus Penyanderaan Di Kali Wania, Polres Mimika Bentuk Tim Kejar 20 Orang Terduga Pelaku

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:57 WIT

Gagal Total Skenario Kabur YK: Sebulan Sembunyi, Malah Terciduk Jelang Naik Kapal

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:05 WIT

Pangkoops TNI Habema Pimpin Langsung Kesiapan Evakuasi Korban Di Korowai

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:01 WIT

Mabuk Miras Berujung Duel Di Jalan Mayon Mimika, Pelaku BT Diringkus Polisi

Berita Terbaru