Operasi SAR Resmi Ditutup: Polda Papua Fokus Identifikasi 3 Korban Dan Ungkap Penyebab

- Admin

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana saat press release. 

Suasana saat press release. 

Jayapura, mimbarpapua.com — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban ledakan hebat di Kompleks Perikanan Kabupaten Biak Numfor resmi ditutup pada Senin (8/6/2026) malam.

Dimana memasuki hari kesembilan, Tim SAR gabungan memastikan tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban baru maupun serpihan tambahan di lokasi kejadian.

​Melalui keterangan yang diberikan kepada awak media, meski operasi pencarian telah berakhir, fokus penanganan kini sepenuhnya beralih pada proses penyidikan intensif oleh kepolisian, identifikasi ilmiah sisa korban oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI), serta pemulihan kondisi sosial-psikologis masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyidikan secara intensif untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

“Sampai saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri terhadap sejumlah sampel yang telah dikirim untuk diteliti lebih lanjut,” ujar Kapolres.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), Tim Inafis Polres Biak Numfor bersama Laboratorium Forensik Polri telah melakukan penyisiran dan pengumpulan sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan.

Barang bukti yang diamankan antara lain serpihan logam, fragmen material yang diduga berasal dari sumber ledakan, serta sampel tanah dan material di sekitar titik ledakan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium.

Selain itu, penyidik juga melakukan pemetaan lokasi kejadian, dokumentasi forensik, serta analisis pola ledakan guna mengetahui titik pusat ledakan dan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum insiden.

Kapolres menjelaskan, selain olah TKP, penyidik juga terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Hingga saat ini sebanyak 28 orang saksi telah dimintai keterangan yang terdiri dari warga sekitar, pekerja di kawasan Kompleks Perikanan, korban selamat, serta pihak-pihak yang mengetahui kondisi lokasi sebelum kejadian. Keterangan para saksi masih terus didalami dan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Terkait data korban, tercatat sebanyak enam orang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Tim DVI terus melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem melalui metode ilmiah yang meliputi pemeriksaan sidik jari, data medis, properti korban, hingga uji DNA.

Dari total korban yang ditemukan, enam korban telah berhasil teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sedangkan tiga korban lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan identitas korban secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

“Kami belum dapat menyimpulkan sumber pasti ledakan sebelum seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan identifikasi korban diterima. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah seluruh hasil tersebut terkumpul dan dianalisis,” tambahnya.

Sementara itu, Kasie Ops dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik, S.E., menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah tim tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun temuan baru di lokasi kejadian.

“Selama sembilan hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal. Pada hari kesembilan tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi keberadaan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta keluarga korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup pada 8 Juni 2026 pukul 18.20 WIT,” jelasnya.

Basarnas mencatat bahwa selama operasi berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia. Adapun tiga korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi resmi dari Tim DVI Polri.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan akan terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga korban maupun warga yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.

Sementara itu, Posko Kesehatan yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Kesehatan di Hotel Mapia hingga saat ini masih beroperasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga korban dan warga terdampak ledakan. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan yang terus dilakukan pemerintah daerah pascakejadian.

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui instansi terkait juga telah melakukan inventarisasi terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat ledakan. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan perbaikan dan renovasi bangunan yang terdampak.

Pemerintah daerah menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Polres Biak Numfor, TNI, Basarnas, dan instansi terkait lainnya dalam rangka pemulihan pascakejadian serta mengantisipasi apabila ditemukan kembali serpihan atau material yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang.

“Polda Papua bersama seluruh unsur terkait berkomitmen mengungkap secara tuntas penyebab ledakan ini melalui proses penyidikan yang profesional, transparan, dan berbasis pembuktian ilmiah,”tegas Kabid Humas.

Lanjutnya,”Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan atau material yang diduga merupakan sisa perang agar dapat ditangani sesuai prosedur dan tidak membahayakan keselamatan warga,”sambungnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan benda mencurigakan atau material yang diduga merupakan sisa perang agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan ditutupnya Operasi SAR, fokus penanganan kini diarahkan pada penyelesaian proses identifikasi korban, penyidikan penyebab ledakan, serta pemulihan kondisi sosial dan psikologis masyarakat terdampak di Kompleks Perikanan Biak.(*)

Berita Terkait

Viral Pukul Dan Banting Korban, Penjambret Di Timika Diringkus Polisi
Tak Berkutik, Terduga Maling Motor Ditangkap Korban yang Baru Pulang Dari Kantor Polisi
Maling Ternak Dan Motor Di SP1 Timika Ditangkap Polisi, Pelaku Lain Diburu
Rampas HP Dan Pukul Korban Pakai Kayu, Pelaku Curas Di Timika Terekam CCTV
Satgas Damai Cartenz Ringkus Perantara Utama Pemasok Senjata KKB Di Sarmi
Hilang Kendali, Pengendara Mio M3 Luka Berat Tabrak Beton Di Jalan Ahmad Yani Timika
Kejari Mimika Bidik Tersangka Korupsi Lahan DTPHP Rp. 22,5 Miliar
Diduga Korupsi Rumah Layak Huni Rp.8,7 Miliar dari Dana Otsus, Kejari Mimika Periksa Dua PNS

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:07 WIT

Viral Pukul Dan Banting Korban, Penjambret Di Timika Diringkus Polisi

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:07 WIT

Tak Berkutik, Terduga Maling Motor Ditangkap Korban yang Baru Pulang Dari Kantor Polisi

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:02 WIT

Operasi SAR Resmi Ditutup: Polda Papua Fokus Identifikasi 3 Korban Dan Ungkap Penyebab

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:56 WIT

Maling Ternak Dan Motor Di SP1 Timika Ditangkap Polisi, Pelaku Lain Diburu

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:52 WIT

Rampas HP Dan Pukul Korban Pakai Kayu, Pelaku Curas Di Timika Terekam CCTV

Senin, 8 Juni 2026 - 19:08 WIT

Hilang Kendali, Pengendara Mio M3 Luka Berat Tabrak Beton Di Jalan Ahmad Yani Timika

Senin, 8 Juni 2026 - 19:05 WIT

Kejari Mimika Bidik Tersangka Korupsi Lahan DTPHP Rp. 22,5 Miliar

Senin, 8 Juni 2026 - 19:01 WIT

Diduga Korupsi Rumah Layak Huni Rp.8,7 Miliar dari Dana Otsus, Kejari Mimika Periksa Dua PNS

Berita Terbaru