Tanimbar, mimbarpapua.com – Sungguh Miris, Kasih Kesejahteraan Desa Arui Bab, Soter Sanamas, Ny Rebeka Serin, istri dari Kaur Perencanaan Desa Arui Bab, dan Ny Damasena Kelyaum penerima pensiunan di ikut sertakan dalam 184 Warga Arui Bab yang menerima bantuan Sosial berupa Program Keluarga Harapan (PKH), yang disalurkan pemerintah melalui melalui Kantor Pos Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar Sabtu (5/7/2025).
Salah satu warga Kampung Arui Bab yang enggan menyebutkan namanya kepada media ini menjelaskan hal seperti ini perlu adanya penjelasan dari pihak terkait tentang bagaimana kriteria seseorang untuk mendapat bantuan tersebut, karena menurutnya sangat tidak relevan seorang Kaur dan seorang penerima pensiunan kok bisa mendapat bantuan PKH tersebut. “Kami sangat heran kok bisa mereka-mereka ini kan kaur yang bertugas di kampung kami kemudian penerima pensiunan juga adalah warga kami masa bisa menerima bantuan PKH juga,”. Ujarnya. Sementara Pendamping Bantuan Sosial Desa Arui Bab Ny. Rosa Fenanlampir, saat di Konfirmasi di Kantor Desa Arui Bab setelah selesai pertemuan dengan para penerima Bantuan Sosial yang di adakan di Balai Desa Arui Bab,
Menegaskan atas temuan tersebut, bahwa bagi penerima bantuan sosial baik Pemerintah Desa maupun Pensiunan pasti di keluarkan dari data penerima bantuan,karena keputusannya sudah ada.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sebagai Pendamping Desa Arui Bab untuk bantuan Bansos, saya sudah adakan pendekatan dengan Bapak Soter Sanamas, Ibu Damasena Kelyaum dan Ibu Rebeka Serin untuk siap di keluarkan dari data penerima Bantuan Sosial(Bansos),”. Ungkapnya.
Selain itu Sekdes Arui Bab Yoseph Kamamas saat di konfirmasi menjelaskan sebagai Operator Data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS) Desa Arui Bab, atas Temuan tersebut mengakui untuk Bantuan Sosial yang di terima oleh Bapak Soter Sanamas, ini bukan baru menerima bantuan pada Tahun ini, namun awal menerima bantuan berupa Bantuan Sosial Tunai(BST) pada tahun 2020 yang di laksanakan di Desa Amdasa. Dan bukan cuma Bapak Soter Sanamas saja yang menerima bantuan tersebut, tetapi ada beberapa Pegawai Negeri dan Pensiunan yang turut menerima bantuan yang di maksud, sehingga temuan yang terjadi pada saat ini Saya merasa bahwa bukan suatu unsur kesengajaan atau manipulasi data yang dilakukan oleh Pendamping atau Operator Desa.
“Kami akan berkordinasi dengan Dinas Sosial untuk bagai mana cara untuk memberhentikan Nama-nama Penerima bantuan Sosia tersebut,”. Ungkap Yoseph. (PT)









