Timika, mimbarpapua.com – Langkah awal pembinaan sepak bola usia dini di Papua Tengah mulai terlihat setelah 12 pemain muda asal Kabupaten Mimika tampil dalam ajang Piala Presiden kelompok umur 12 tahun di Yogyakarta.
Kehadiran mereka disana menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih kuat di daerah.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, mengatakan keikutsertaan tim Mimika dalam turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan ruang bagi anak-anak Papua untuk mengembangkan kemampuan dan merasakan atmosfer kompetisi nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, tim yang diberangkatkan terdiri dari 12 pemain dan tiga ofisial. Meski belum berhasil meraih hasil maksimal, para pemain muda tersebut telah menunjukkan potensi yang menjanjikan.
“Anak-anak kita memiliki kemampuan fisik dan semangat yang bagus. Yang masih perlu ditingkatkan adalah pengalaman bertanding karena kompetisi usia dini seperti ini belum berjalan secara rutin di Papua Tengah,” kata Brigjen Pol. Jermias.
Ia menilai, Papua memiliki banyak anak berbakat dalam sepak bola, namun potensi tersebut perlu diarahkan melalui program pembinaan yang terencana sejak usia muda.
“Kalau ingin melahirkan pemain hebat, kita tidak bisa menunggu sampai mereka dewasa. Pembinaan harus dimulai dari usia dini, mulai 10 tahun, 12 tahun, 15 tahun, hingga 17 tahun,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Kapolda Papua Tengah akan mendorong pembinaan melalui SSB Amungsa sebagai wadah pengembangan pemain muda Mimika. Program tersebut disiapkan agar daerah memiliki tim yang lebih matang untuk mengikuti berbagai kompetisi nasional.
“Kita mulai persiapkan dari sekarang bersama SSB Amungsa. Harapannya tahun depan Mimika bisa kembali tampil di Piala Presiden dengan persiapan yang lebih baik,” jelasnya.
Brigjen Pol. Jermias berharap pembinaan yang dilakukan dapat melahirkan pemain-pemain Papua berkualitas yang mampu mengikuti jejak para legenda sepak bola Papua.
“Kita berharap akan muncul pemain seperti Boaz Solossa berikutnya. Namun, semua itu membutuhkan proses, latihan, kompetisi, dan pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.
Selain membangun sekolah sepak bola, Kapolda juga mengajak berbagai pihak untuk memperbanyak turnamen tingkat pelajar di Mimika.
Menurutnya, pertandingan usia dini memiliki manfaat besar dalam membentuk mental, kedisiplinan, dan karakter anak.
Dengan adanya kompetisi yang rutin, anak-anak akan terbiasa menjalani pola hidup atlet, mulai dari menjaga kesehatan, mengatur waktu istirahat, hingga mengurangi kebiasaan yang dapat mengganggu perkembangan mereka.
Kapolda berharap dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta terus diberikan agar pembinaan sepak bola di Mimika dapat berjalan secara konsisten dan mampu menghasilkan pemain-pemain unggulan dari Papua Tengah.(*)














