Timika, mimbarpapua.com — Musim kemarau yang membuat kondisi lingkungan semakin kering menjadi perhatian Kepolisian Resor Mimika. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.
Kapolres Mimika AKBP Alrredo Agustinus Rumbiak mengatakan kondisi kemarau membuat api lebih mudah menyebar, sementara ketersediaan air untuk kebutuhan pemadaman juga semakin terbatas.
“Saya tetap mengimbau kepada masyarakat seluruhnya, jangan sembarangan membakar sampah, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan bahan-bahan mudah terbakar,” ujar Alrredo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga meminta masyarakat yang hendak membuka lahan pertanian agar tidak menggunakan cara membakar. Menurutnya, metode tersebut memiliki risiko tinggi, terutama ketika kondisi lahan dan lingkungan sedang kering.
Kapolres menilai keterbatasan debit air selama musim kemarau dapat menjadi persoalan apabila kebakaran terjadi dan api meluas. Kondisi tersebut dikhawatirkan menyulitkan petugas maupun masyarakat dalam melakukan pemadaman.
“Untuk pembukaan lahan-lahan pertanian, jangan lagi membakar-bakar lahan. Karena ingat, air saja sudah susah. Untuk memadamkan ini juga kita dikhawatirkan nanti karena debit air sedikit sehingga sulit mendapatkan air,” katanya.
Alrredo juga mengingatkan masyarakat agar tidak kembali terjadi kebakaran seperti yang sempat terjadi di kawasan SP 7. Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Jangan sampai seperti kejadian di SP 7 kemarin. Itu membuat kepanikan sehingga orang berpikiran Mimika sudah tidak baik-baik saja,” ungkapnya.
Selain mengantisipasi kebakaran akibat pembakaran lahan dan sampah, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing.
Kapolres mengingatkan bahwa korsleting listrik dapat menjadi salah satu penyebab kebakaran. Karena itu, warga diminta memastikan kondisi kabel dan peralatan listrik tetap aman, terutama sebelum meninggalkan rumah.
“Perhatikan listrik-listrik di rumah. Jangan sampai terjadi korsleting dan segala macamnya. Tinggalkan rumah dalam keadaan yang aman. Karena kondisinya kering, semua akan mudah terbakar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pencegahan kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kesadaran warga untuk tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan serta menjaga keamanan lingkungan menjadi langkah penting untuk mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau.
“Sehingga saya berharap ini peranan penting masyarakat yang terutama,” pungkas Alrredo.(*)














