Timika, mimbarpapua.com — Polres Mimika akan menyiapkan posko terpadu sebagai langkah antisipasi aduan masyarakat terhadap kemungkinan adanya info potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau di sejumlah wilayah Mimika.
Kapolres Mimika AKBP Alrredo Agustinus Rumbiak mengatakan, pembentukan posko tersebut akan direalisasikan setelah apel kesiapsiagaan yang digelar di halaman Eme Meme Yauware.
Menurut Alrredo, posko terpadu nantinya menjadi pusat koordinasi dalam menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat yang mulai menimbulkan dampak terhadap aktivitas warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sesudah apel ini kita akan merealisasikan adanya posko terpadu apabila nanti adanya aduan-aduan. Di situlah kita merealisasikan penjagaan. Memang harus satu koordinasi,” ujar Alrredo kepada wartawan seusai apel.
Ia menegaskan, dalam penanganan membutuhkan keterlibatan lintas sektor. Karena itu, posko tersebut akan melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah, instansi terkait, serta masyarakat.
“Tetap gabungan. Kita tidak bisa kerja sendiri. Ini perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak: TNI, Polri, aparat pemerintah, dan masyarakat pastinya,” katanya.
Mengenai lokasi posko, Alrredo menyebut pihaknya masih akan melakukan pembahasan dan koordinasi bersama instansi terkait. Lokasi nantinya dipilih dengan mempertimbangkan kemudahan akses bagi masyarakat maupun petugas.
“Kita belum bahas di mana titik poskonya. Nanti kita akan koordinasikan supaya tempat ini juga mudah dilihat, mudah didatangi, dan mudah dijangkau sama siapa pun,” jelasnya.
Sementara itu, kondisi kabut asap di Mimika saat ini masih dinilai aman. Berdasarkan pantauan BMKG, jarak pandang berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 meter.
“Dari pantauan BMKG, sejauh ini untuk Mimika sendiri, untuk kondisi asap, ketebalannya masih dikategorikan aman. Walaupun sudah nampak sedikit, tapi jarak pandang masih sekitar 4.000 sampai 5.000 meter,” ungkap Alrredo.
Untuk memastikan kondisi tersebut tidak berdampak terhadap aktivitas penerbangan, Alrredo juga telah berkoordinasi dengan Komandan Lanud. Dari hasil koordinasi tersebut, kondisi jarak pandang saat ini masih dianggap aman.
“Kemarin saya juga koordinasi sama Komandan Lanud. Saya tanyakan, ‘Komandan, kalau seperti ini jarak begini bagaimana?’ Jawabannya, ‘Oh, ini masih aman,’” tuturnya.
Meski kondisi masih dalam kategori aman, Polres Mimika tetap memilih meningkatkan kesiapsiagaan. Pembentukan posko terpadu diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan respons apabila masyarakat menyampaikan aduan.(*)














