Miras Hingga Lawan Arus, Perilaku Pengendara Jadi Biang Laka Di Mimika

- Admin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Rudolf Sormin Kakanga, SH. 

Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Rudolf Sormin Kakanga, SH. 

Timika, mimbarpapua.com — Keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Mimika masih menghadapi tantangan serius. Kebiasaan mengemudi setelah mengonsumsi minuman keras (miras), melawan arus, hingga mengabaikan penggunaan helm menjadi sejumlah perilaku yang dinilai berpotensi kuat memicu kecelakaan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Rudolf Sormin Kakanga, SH, menyebut faktor manusia masih menjadi salah satu penyebab dominan terjadinya kecelakaan di wilayah hukum Polres Mimika.

Menurutnya, pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol tidak hanya kehilangan konsentrasi, tetapi juga berisiko mengalami gangguan dalam mengambil keputusan saat berada di jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Faktor manusia itu ada beberapa. Yang pertama salah satunya minuman keras,” kata Rudolf saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).

Selain berkendara dalam kondisi mabuk, pelanggaran lain yang masih kerap ditemukan adalah melawan arus dan melakukan putar balik sembarangan. Kondisi tersebut, kata Rudolf, salah satunya terlihat di kawasan Kapsul.

Ia menjelaskan, sebagian pengendara sengaja mengambil jalur berlawanan karena ingin memangkas jarak tempuh. Namun, keputusan tersebut justru membuka peluang terjadinya kecelakaan.

“Contohnya di Kapsul itu sering. Mau ke sana, tetapi karena merasa jalurnya terlalu jauh, akhirnya mengambil lawan arah. Itu kadang menyebabkan laka lantas dan merupakan kelalaian manusia,” jelasnya.

Rudolf mengingatkan, pelanggaran lalu lintas bukan sekadar persoalan tertib atau tidak tertib di jalan. Kesalahan kecil dalam berkendara dapat berujung pada konsekuensi besar, mulai dari kerusakan kendaraan hingga jatuhnya korban jiwa.

Penggunaan helm juga menjadi perhatian Satlantas. Menurut Rudolf, masih adanya pengendara yang mengabaikan helm membuat risiko fatal ketika kecelakaan terjadi semakin besar, khususnya jika benturan mengenai kepala.

“Kalau tidak menggunakan helm saat kecelakaan dan terjadi benturan kepala, risikonya sangat fatal,” ujarnya.

Sebagai pejabat baru yang memimpin Satlantas Polres Mimika, Rudolf mengajak masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas, bukan sekadar kewajiban saat ada petugas.

Ia meminta pengendara sepeda motor selalu mengenakan helm serta tidak membawa penumpang melebihi kapasitas kendaraan.

“Berkendara itu harus taat aturan dan menggunakan helm. Untuk sepeda motor, jangan membawa penumpang lebih dari satu orang karena memang diperuntukkan untuk dua orang,” tegasnya.

Dalam penanganan pelanggaran, Satlantas Polres Mimika mengedepankan pendekatan persuasif, terutama terhadap pelanggaran yang kasatmata seperti penggunaan knalpot brong dan tidak memakai helm.

“Kalau kedapatan, terutama pagi hari di lampu merah, kita berikan tindakan, tetapi bukan berupa tilang,” ungkap Rudolf.

Namun, pendekatan berbeda diberlakukan bagi pengendara yang kedapatan mengemudi dalam kondisi mabuk. Untuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan tersebut, Rudolf memastikan tidak ada toleransi.

Kendaraan pengendara dapat diamankan sementara hingga kondisi pengemudi kembali sadar dan dinilai aman untuk melanjutkan perjalanan.

“Berkendara dalam keadaan mabuk tidak ada toleransi bagi kami. Kendaraannya tetap kami tahan, istirahat dulu, setelah mabuknya hilang baru silakan diambil,” tegasnya.

Menurut Rudolf, langkah tersebut bukan semata-mata bentuk penindakan. Lebih dari itu, tindakan tersebut merupakan upaya pencegahan agar seorang pengendara tidak menjadi korban maupun menyebabkan orang lain kehilangan nyawa akibat kecelakaan.

“Ini untuk keselamatan, keselamatannya dia,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Satu Jaringan Terbongkar, Tiga Terduga Pengedar Sabu Diamankan Polres Mimika
Upaya Pulangkan 7 Warga Jila, Kapolda Minta Semua Pihak Hindari Konflik
Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran Amunisi Ilegal Di Timika
Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS, Pengembangan Jaringan Senjata Dan Amunisi Di Argapura
Motor Masih Menyala, Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Parit
Cegah Tawuran Kembali Terjadi, Polres Mimika Tingkatkan Patroli Dan Pembinaan Pelajar
Polisi Dalami Kasus Pria Ditemukan Tewas Dengan Anak Panah Wayer Menancap Di Dada
Akun Medsos Diduga Provokasi Pelajar, Polres Mimika Tingkatkan Patroli

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:57 WIT

Satu Jaringan Terbongkar, Tiga Terduga Pengedar Sabu Diamankan Polres Mimika

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:52 WIT

Upaya Pulangkan 7 Warga Jila, Kapolda Minta Semua Pihak Hindari Konflik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:52 WIT

Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran Amunisi Ilegal Di Timika

Rabu, 30 September 2026 - 16:18 WIT

Satgas Damai Cartenz Amankan DPO YYS, Pengembangan Jaringan Senjata Dan Amunisi Di Argapura

Rabu, 30 September 2026 - 13:18 WIT

Motor Masih Menyala, Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Parit

Senin, 28 September 2026 - 13:53 WIT

Polisi Dalami Kasus Pria Ditemukan Tewas Dengan Anak Panah Wayer Menancap Di Dada

Senin, 28 September 2026 - 13:48 WIT

Akun Medsos Diduga Provokasi Pelajar, Polres Mimika Tingkatkan Patroli

Senin, 28 September 2026 - 13:43 WIT

Belasan Pelajar Diamankan Saat Jam Belajar, Polisi Telusuri Dugaan Keterlibatan Tawuran

Berita Terbaru