Perdamaian Adat Di Kampung Amole Akhiri Konflik Dua Kelompok Di Kwamki Narama

- Admin

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana prosesi perdamaian antar dua kelompok di Kwamki Narama. 

Suasana prosesi perdamaian antar dua kelompok di Kwamki Narama. 

Timika, mimbarpapua.com – Konflik antara dua kelompok masyarakat di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, resmi berakhir setelah kedua belah pihak sepakat berdamai melalui prosesi adat yang digelar di Kampung Amole, Rabu (24/6/2026).

Prosesi perdamaian berlangsung di hadapan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, serta keluarga dari kedua kelompok yang sebelumnya terlibat pertikaian.

Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya konflik sekaligus komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kwamki Narama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan seluruh pihak yang hadir berharap kesepakatan damai itu menjadi akhir dari konflik yang selama ini terjadi.

Menurutnya, masyarakat perlu mengedepankan dialog dan penyelesaian secara damai ketika menghadapi persoalan, bukan dengan tindakan kekerasan yang berpotensi menimbulkan korban.

“Perang tidak akan menyelesaikan masalah. Yang terjadi justru semakin banyak korban. Karena itu, mari kita fokus menjaga perdamaian yang sudah dibangun hari ini,” kata Billyandha.

Ia juga mengajak kedua kelompok untuk meninggalkan rasa permusuhan dan tidak lagi menyimpan dendam yang dapat memicu konflik baru di kemudian hari.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan bahwa pertikaian yang terjadi selama ini bukanlah perang suku, melainkan konflik antarkeluarga yang harus diselesaikan melalui musyawarah dan pendekatan kekeluargaan.

“Sekarang saatnya kita menutup konflik ini. Kita semua adalah keluarga dan harus kembali hidup berdampingan dengan baik,” ujar Johannes.

Ia mengungkapkan pemerintah daerah telah berupaya memfasilitasi perdamaian sejak beberapa waktu lalu. Namun, proses tersebut membutuhkan waktu hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan melalui mekanisme adat.

Johannes berharap hasil perdamaian yang telah dicapai dapat dijaga bersama dan tidak sekadar menjadi kesepakatan biasa. Ia menekankan pentingnya komitmen seluruh pihak untuk menghentikan segala bentuk kekerasan.

Menurut dia, situasi yang aman dan kondusif menjadi syarat utama agar pembangunan di Kwamki Narama dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perdamaian ini harus menjadi awal yang baru bagi Kwamki Narama. Dengan suasana yang aman, masyarakat bisa kembali beraktivitas dan pembangunan dapat berjalan,” katanya.

Usai penyampaian pesan perdamaian dari pemerintah dan aparat keamanan, kegiatan dilanjutkan dengan ritual adat sebagai simbol berakhirnya perselisihan antara kedua kelompok.

Melalui prosesi tersebut, masyarakat berharap hubungan kekeluargaan yang sempat renggang dapat kembali terjalin dan kehidupan sosial di Kwamki Narama berjalan harmonis.(*)

Berita Terkait

Kapolres Mimika Tegaskan Sanksi Hukum Positif Jika Kesepakatan Damai Kwamki Narama Dilanggar
Pasca Kesepakatan Perdamaian, Kwamki Narama Dicanangkan Sebagai Zona Damai 
Usai P-21, Dua Tersangka Pengeroyokan Resmi Diserahkan Ke Kejaksaan Negeri Mimika
Dua Kasus Pencurian Terungkap di Doyo Baru, Polres Jayapura Tangkap Pelaku dan Sita Barang Bukti
Diduga Rugikan Banyak Warga, Kasus Penipuan Rekrutmen Kerja Diselidiki Polres Mimika
PPI Kabupaten Mimika Salurkan Donasi Untuk Korban Kebakaran Gereja Katolik Santo Fransiskus Poumako
Ciptakan Situasi Aman Jelang Perdamaian Di Kwamki Narama, 400 Personel Gabungan Dikerahkan
Apelcami Soroti Dugaan Penipuan Rekrutmen Kerja Di Mimika, Minta Masyarakat Waspada

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:31 WIT

Kapolres Mimika Tegaskan Sanksi Hukum Positif Jika Kesepakatan Damai Kwamki Narama Dilanggar

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:26 WIT

Pasca Kesepakatan Perdamaian, Kwamki Narama Dicanangkan Sebagai Zona Damai 

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:21 WIT

Perdamaian Adat Di Kampung Amole Akhiri Konflik Dua Kelompok Di Kwamki Narama

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:39 WIT

Usai P-21, Dua Tersangka Pengeroyokan Resmi Diserahkan Ke Kejaksaan Negeri Mimika

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:32 WIT

Dua Kasus Pencurian Terungkap di Doyo Baru, Polres Jayapura Tangkap Pelaku dan Sita Barang Bukti

Senin, 22 Juni 2026 - 20:10 WIT

PPI Kabupaten Mimika Salurkan Donasi Untuk Korban Kebakaran Gereja Katolik Santo Fransiskus Poumako

Senin, 22 Juni 2026 - 14:45 WIT

Ciptakan Situasi Aman Jelang Perdamaian Di Kwamki Narama, 400 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:39 WIT

Apelcami Soroti Dugaan Penipuan Rekrutmen Kerja Di Mimika, Minta Masyarakat Waspada

Berita Terbaru