Ciptakan Situasi Aman Jelang Perdamaian Di Kwamki Narama, 400 Personel Gabungan Dikerahkan

- Admin

Senin, 22 Juni 2026 - 14:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel gabungan saat mengikuti apel cipta kondisi di Kwamki Narama. 

Personel gabungan saat mengikuti apel cipta kondisi di Kwamki Narama. 

Timika, mimbarpapua.com – Sebanyak 400 personel gabungan dari Polres Mimika dan Brimob dikerahkan untuk mengamankan rencana proses perdamaian antara dua kubu yang bertikai di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Pengamanan tersebut diawali dengan apel cipta kondisi yang digelar di Polsek Kwamki Narama, Senin (22/6/2026), sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban menjelang agenda perdamaian yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/6/2026).

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman mengatakan, ratusan personel tersebut disiapkan untuk mendukung pengamanan sekaligus menciptakan situasi yang kondusif selama proses menuju perdamaian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melaksanakan apel gabungan ini dalam rangka cipta kondisi dan persiapan perdamaian yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Rabu. Sebanyak kurang lebih 400 personel gabungan kami siapkan untuk mendukung pengamanan,” kata Billy.

Menurut dia, personel yang diterjunkan dibagi ke dalam dua kelompok yang akan melakukan patroli serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membawa alat perang maupun melakukan tindakan yang berpotensi memicu konflik baru.

“Kegiatan yang dilakukan berupa patroli dan penyampaian imbauan kepada masyarakat. Intinya, jangan ada yang membawa alat perang. Pendekatan yang kami lakukan saat ini lebih bersifat persuasif,” ujarnya.

Billy menegaskan, aparat keamanan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut. Namun, apabila terjadi peningkatan eskalasi konflik, pihaknya akan mengambil langkah sesuai prosedur yang berlaku.

“Jika situasi berkembang dan eskalasi meningkat, tentu kami akan bertindak sesuai prosedur tetap. Namun saat ini kami mengutamakan langkah-langkah persuasif dan humanis,” katanya.

Ia juga meminta para kepala perang dari masing-masing kubu untuk mampu mengendalikan anggotanya selama proses menuju perdamaian berlangsung.

“Kami menghimbau para kepala perang agar dapat mengendalikan pasukannya. Jangan sampai menjelang proses perdamaian justru terjadi aksi saling serang. Pemerintah dan aparat keamanan siap mengamankan sekaligus memfasilitasi proses mediasi,” ujar Billy.

Lebih lanjut, Kapolres berharap konflik yang telah berlangsung cukup lama itu dapat segera berakhir melalui jalur damai. Menurut dia, penegakan hukum akan menjadi langkah terakhir apabila upaya persuasif tidak membuahkan hasil.

“Harapan kami konflik ini segera berakhir. Jika langkah persuasif dan humanis tidak berhasil, maka penegakan hukum akan dilakukan. Itu merupakan jalan terakhir setelah berbagai upaya lainnya ditempuh,” katanya.

Terkait perkembangan proses perdamaian, Billy mengungkapkan masih terdapat perbedaan pandangan di salah satu kubu, terutama setelah muncul korban terakhir dalam konflik tersebut.

Menurut dia, salah satu kubu telah menyatakan kesiapan untuk berdamai, sedangkan kubu lainnya masih melakukan pembahasan internal.

“Dari dua belah pihak masih ada pro dan kontra. Kubu atas pada prinsipnya sudah siap berdamai kapan saja. Sementara di kubu bawah masih terdapat perbedaan pendapat. Karena itu hari ini kami akan melakukan mediasi dan mempertemukan kedua pihak untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama aparat keamanan berupaya mempercepat proses perdamaian yang sebelumnya sempat tertunda.

“Perdamaian yang sebelumnya direncanakan pekan lalu belum terlaksana. Saat ini kami berupaya mempercepat prosesnya dan sesuai kesepakatan sementara direncanakan berlangsung pada hari Rabu. Semoga tidak ada hambatan,” kata Billy.

Menurut dia, unsur pemerintah dipastikan akan hadir dalam proses perdamaian tersebut. Namun, mengenai pejabat yang akan hadir, pihaknya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

“Yang jelas unsur pemerintah akan hadir. Untuk siapa saja yang hadir nanti akan kami konfirmasi kembali,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Kapolres Mimika Sambangi Rumah Duka, Pastikan Pencarian Korban Jila Terus Dilakukan
Masuk Rumah Saat Malam, Sosok Bermasker Diduga Berkaitan dengan Kematian Seorang Warga
Razia THM Di Timika, Polisi Temukan Satu Pramuria Positif Narkoba
Saat Ambulans Rusak, Bhabinkamtibmas Antar Ibu Hamil Ke Bandara Dengan Motor Dinas
Polisi Kejar Titik Terang Kematian SM Di Kawasan Kali Kum-kum
Ditemukan Meninggal Dalam Rumah, Polisi: Tidak Temukan Adanya Tanda Kekerasan
Gerak Cepat Polisi Jinakkan Dua Titik Karhutla Di Yendidori, Satu Water Cannon Dikerahkan
Polisi Putus Jalur Ganja Jayapura – Timika, Barang Bukti Dimusnahkan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WIT

Kapolres Mimika Sambangi Rumah Duka, Pastikan Pencarian Korban Jila Terus Dilakukan

Kamis, 10 September 2026 - 09:33 WIT

Masuk Rumah Saat Malam, Sosok Bermasker Diduga Berkaitan dengan Kematian Seorang Warga

Rabu, 9 September 2026 - 21:23 WIT

Razia THM Di Timika, Polisi Temukan Satu Pramuria Positif Narkoba

Rabu, 9 September 2026 - 20:08 WIT

Polisi Kejar Titik Terang Kematian SM Di Kawasan Kali Kum-kum

Selasa, 8 September 2026 - 14:45 WIT

Ditemukan Meninggal Dalam Rumah, Polisi: Tidak Temukan Adanya Tanda Kekerasan

Selasa, 8 September 2026 - 14:38 WIT

Gerak Cepat Polisi Jinakkan Dua Titik Karhutla Di Yendidori, Satu Water Cannon Dikerahkan

Selasa, 8 September 2026 - 14:32 WIT

Polisi Putus Jalur Ganja Jayapura – Timika, Barang Bukti Dimusnahkan

Senin, 7 September 2026 - 20:15 WIT

Polisi Tetapkan Empat Jadi Tersangka Kasus Membawa Senjata Tajam

Berita Terbaru