Timika, mimbarpapua.com – Pemerintah Kabupaten Mimika resmi memulai penerbangan perdana angkutan udara perintis Tahun Anggaran 2026 yang dipusatkan di Bandara Baru Mozes Kilangin Timika, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerataan layanan transportasi udara, khususnya bagi masyarakat di wilayah pegunungan dan pesisir yang selama ini memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya penerbangan perdana tersebut. Ia menegaskan bahwa program angkutan udara perintis merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat di seluruh wilayah.
“Penyelenggaraan angkutan udara perintis ini bertujuan untuk membuka keterisolasian wilayah, mempercepat akses pelayanan dasar, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah pegunungan dan pesisir Kabupaten Mimika,” ujar Ananias.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Angkutan udara perintis Tahun Anggaran 2026 ini didanai melalui APBD Kabupaten Mimika dan dilaksanakan bekerja sama dengan PT Bunga Persada sebagai operator penerbangan. Adapun rute yang telah dilayani meliputi Jila, Jita, Tsinga, Aroanop, dan Alama, yang merupakan wilayah dengan kebutuhan mobilitas tinggi namun memiliki keterbatasan akses transportasi darat.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika juga merencanakan pembukaan rute baru menuju Potowaiburu dan Noema yang saat ini masih dalam proses pengadaan. Rencana tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas jangkauan layanan angkutan udara perintis secara bertahap dan berkelanjutan.
Ananias menekankan bahwa transportasi udara tidak hanya berfungsi sebagai sarana perpindahan orang dan barang, tetapi juga berperan strategis dalam mendukung layanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan, serta distribusi logistik. Oleh karena itu, ia berharap layanan ini dapat berjalan secara berkesinambungan, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Mimika juga meluncurkan aplikasi E-PINTAS (Elektronik Pelaporan Informasi Transportasi Angkutan Perintis). Aplikasi ini dirancang sebagai sistem pelaporan dan pemantauan terintegrasi guna mendukung pelaksanaan subsidi angkutan udara perintis yang transparan, akuntabel, dan berbasis data.
“Melalui E-PINTAS, kami ingin memastikan tata kelola subsidi angkutan udara perintis berjalan lebih baik, sehingga kualitas layanan dapat terus ditingkatkan dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Bunga Persada atas dukungan dan komitmennya, serta kepada Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan atas dukungan regulasi dan pembinaan teknis. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh mitra strategis, termasuk otoritas bandara, Perum LPPNPI, UPBU Mozes Kilangin, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika atas sinergi yang telah terjalin.
Menutup sambutannya, Ananias Faot mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan evaluasi demi peningkatan layanan ke depan, agar angkutan udara perintis benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat Mimika, khususnya di wilayah pegunungan dan pesisir. (anto)














