Timika, mimbarpapua.com – Pasca terjadinya penembakan pada tanggal 31 Oktober 2025 di Kampung Pilik Ogom, Distrik Jila membuat masyarakat dari tujuh kampung terpaksa mengunsi ke ibu kota Distrik.
Hal ini disampaikan oleh perwakilan masyarakat Jila saat melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di aula Kantor DPRK Mimika, Selasa (04/11/2025).
Dalam RDP tersebut, juga disampaikan empat aspirasi diantaranya :
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Kami minta kepada pimpinan DPRK bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika Untuk segera melihat kondisi keamanan masyarakat sipil di Distrik Jila.
- Kami minta agar DANDIM Kabupaten Mimika untuk menarikan pasukan TNI tambahan di Distrik Jila, karena dengan penambahan pasukan TNI tersebut menyebabkan peristiwa penembakan.
- Kami minta Kepada DPRK, Pemerintah Kabupaten Mimika Bersama TNI dan POLRI untuk mencari solusi yang terbaik supaya tidak terjadi peristiwa yang sama dan juga tidak menganggu aktivitas masyarakat sipil di Distrik Jila.
- Kami meminta kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak peristiwa yang dimaksud. Disampaikan Otto Tsunme salah satu perwakilan masyarakat Jila bahwa masyarakat yang mengunsi itu merasa trauma, sehingga dengan kedatangan mereka ke DPRK Mimika itu sangat diharapkan ada solusi.
“Atas insiden itukan semua aktivitas lumpuh, dan dalam insiden tersebut tidak ada korban dari warga sipil, melainkan korban berasal dari pihak TPNPB,” katanya.
Menurutnya bahwa atas insiden juga untuk layanan kesehatan dan pendidikan berhenti, dan seluruh penerbangan pesawat subsidi pun terhenti.
Sementara itu ditambahkan Eli Dolame bahwa pihaknya akan menunggu tindakan dan kebijakan pemerintah terhadap poin atau aspirasi yang sudah disampaikan.
“Kami yang datang di DPRK ini akan tunggu tindakan dan kebijakan pemerintah terhadap poin atau aspirasi kami. Dan kalau pemerintah tidak menjawab maka kami akan melakukan aksi lagi karena ini kita bicara soal kemanusiaan,”katanya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRK, Primus Natikapereyau menyampaikan bahwa aspirasi yang sudah disampaikan akan ditindaklanjuti, mengingat masyarakat meminta kenyamanan.
“Jadi menurut informasi dari mereka itu mereka mengunsi di ibu kota Distrik. Mari kita bersama-sama membantu mereka untuk menjaga situasi disana tetap kondusif,” katanya. (*)









