Timika, mimbarpapua.com – Konferensi Daerah (Konferda) II BPD Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) yang diselengatakan di Hall Hotel Cenderawasi 66 diwarnai bentrok antara dualime Kubuh KAPP versi Yupinus Beanal dan KAPP versi Yance Sani
Aksi masa versi kubuh Yupinus Beanal, mendatangi Hall Room Hotel Cenderawasi 66 tempat digelarnya Konferda, namun lokasi tersebut sudah di kawal ketat oleh pihak Kepolisian, terjadi Aksi adu mulut dan saling dorong, karena masa meminta agar Konferda versi Yance Sani segera dibubarkan.
Kondisi yang semakin memanas, akhirnya Konferda tersebut dipending dan tidak bisa dilanjutkan, sebagai mana arahan dari Emanuel Kemong Wakil Bupati Mimika yang saat itu diundang untuk membuka Konferda
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tempat terpisah Yupinus Beanal Ketua KAPP Mimika mengatakan jika dirinya sangat mengapresiasi Wakil Bupati Mimika yang telah mengambil langkah tepat untuk tidak memuka kegiatan Konferda dan sesuai arahannya, ia memutuskan untuk menunda pelaksanaan Konferda tersebut.
“Kami sangat apresiasi dengan bapak Wakil, tidak langsung buka Konferda tetapi arahkan beliau untuk KAPP segera bersatu, kami hargai itu,”ujarnya
Karena Konferda yang digelar di Hall Room Cenderawasi 66 dinilai ilegal, tidak sesuai mekanisme dan AD/ART KAPP iu sendiri, sehingga Pemerintah tidak boleh berpihak, pemerintah harus paham tentang organisasi
“Pemerintah harus bisa lebih netral melihat persoalan ini, harapannya persoalan ini tidak berlarut karena KAPP ini menjadi pilar ekonomi masyatakat Papua,” harapnya.
Selanjutnya Pemerintah harus memastikan keabsahan legalitas KAPP sesuai dokumen yang ada dikedua belah pihak
“Namun tentu kami sangat Sangat berterima kasih kepada pemerintah dan juga kapolres yang sudah menciptakan situasi Kamtibmqs dan peduli terhadap persoalan KAPP, dan bisa bersama- sama berKolaborasi memajukan dan memberdayakan pengusaha Orang Asli Papua baik dibidang kontraktor UMKM dan unit usaha yang lain, “ungkapnya
Disamping itu, Wakil ketua I Natalis Bukaleng mengatakan hal yang sama, yang mana iapun mengapresiasi langkah yang diambil oleh pemerintah dalam hal ini Emanual Kemong , menurutnya Pemerintah telah mengambil rana yang tepat sesuai mekanisme
“Arahan beliau (Wakil bupati) beliau ingin menuayuhkan KAPP, Saya harap pemerintah bisa berdiri ditengah dalam mengatasi persoalan ini,” harapanya
Selain itu Benyamin Ronal Magal Sekretatis Umum KAPP menjelaskan aksi demo yang terjadi di kegiatan Konferda itu dikarenakan ada beberapa kesepakatan meditasi yang dilanggar, yang mana pada meditasi awal sudah diputuskan agar Konferda pending namun kenyataannya tidak
“Memang ada keributan namun bisa direlai dan kami meditasi kembali sudah diputuskan kegiatan dipending sampai ada kesepakatan namun, kenyataan latihan lain main lain, iu mengapa kami membuat keributan,” ketusnya
Menurut Benyami, KAPP versi kepengurusan Yupinus Magal sudah mengantongi SK dari Dewan Adat Papua Tengah dan SK KAPP Provinsi Papua Tengah, dengan demikian dinyatakan SAH. (xiy)














