Kabar Penculikan Bikin Warga Geger, Polisi Turun Tangan Pastikan Empat Pelajar Aman

- Admin

Selasa, 15 September 2026 - 16:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi dilokasi pemalangan jalan.

Situasi dilokasi pemalangan jalan.

Timika, mimbarpapua.com — Kabar dugaan penculikan pelajar yang beredar melalui media sosial memicu kepanikan warga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (15/9/2026).

Keresahan warga bahkan berujung pada aksi pemalangan jalan di dua lokasi, yakni Kampung Kaugapu RT 04, Jalan Poros Mapurujaya-Pomako, dan pertigaan Kampung Mioko, Distrik Mimika Tengah.

Warga menutup akses jalan karena khawatir setelah menerima informasi mengenai dugaan penculikan sejumlah pelajar di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengetahui adanya pemalangan, Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumalena bersama sejumlah personel langsung turun ke lapangan untuk memastikan informasi yang beredar.

Sekitar pukul 10.00 WIT, polisi tiba di Kampung Kaugapu. Petugas mendapati warga telah menutup jalan menggunakan kayu balok. Kepada polisi, warga mengaku mendapatkan informasi mengenai dugaan penculikan dari media sosial Facebook.

Polisi kemudian bergerak menuju pertigaan Kampung Mioko yang disebut dalam informasi tersebut.

Sekitar pukul 10.35 WIT, petugas tiba di lokasi dan mendapati akses jalan juga ditutup menggunakan batang serta ranting kayu. Pemalangan tersebut sempat membuat arus lalu lintas terhenti.

Kapolsek bersama personelnya kemudian menemui warga dan melakukan pengecekan serta menggali informasi mengenai kejadian yang sebenarnya.

Dari hasil penelusuran, empat pelajar yang sebelumnya dikhawatirkan menjadi korban penculikan berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

“Setelah kami melakukan pengecekan langsung di lapangan, empat pelajar berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Tidak ditemukan luka-luka pada para korban, namun mereka mengalami trauma akibat kejadian yang dialami,” kata Iptu Alex Soumalena.

Berdasarkan keterangan para pelajar, kejadian bermula sekitar pukul 06.30 WIT. Saat itu, sejumlah pelajar turun dari bus sekolah di pertigaan Mioko untuk melanjutkan perjalanan menuju sekolah di Mapurujaya.

Namun, situasi berubah ketika dua mobil Toyota Avanza berwarna hitam yang disebut tidak menggunakan pelat nomor tiba-tiba datang ke lokasi.

Para pelajar mengaku melihat sejumlah orang berpakaian serba hitam dan mengenakan penutup wajah keluar dari kendaraan tersebut. Salah satu keterangan juga menyebut adanya dugaan bahwa orang-orang tersebut membawa senjata tajam jenis parang.

Merasa terancam, para pelajar langsung berlari menyelamatkan diri menuju Kampung Mioko. Sebagian bahkan masuk ke kawasan hutan untuk menghindari orang yang mereka anggap mencurigakan.

Kabar tersebut kemudian menyebar di tengah masyarakat dan memicu warga melakukan pencarian. Sejumlah pelajar akhirnya ditemukan dan dibawa ke Pustu Mioko untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Empat pelajar yang berhasil ditemukan masing-masing PM, pelajar SMK Negeri 2 Mapurujaya; VE, pelajar SMP Imanuel Mapurujaya; serta GM dan FM.

Hasil pemeriksaan awal petugas medis menunjukkan tidak ditemukan luka fisik pada keempat pelajar. Mereka hanya mengalami trauma setelah dikejar oleh orang yang tidak dikenal.

Setelah memastikan kondisi para pelajar, polisi kemudian memberikan penjelasan kepada warga terkait hasil pengecekan di lapangan.

Upaya tersebut berhasil meredakan kepanikan. Sekitar pukul 12.30 WIT, warga membuka palang di pertigaan Mioko dan arus lalu lintas kembali normal.

Polisi selanjutnya menuju Kampung Kaugapu untuk menyampaikan informasi yang sama kepada masyarakat. Sekitar pukul 13.00 WIT, warga Kaugapu juga bersedia membuka palang setelah mendapatkan penjelasan dari pihak kepolisian.

Kapolsek Mimika Timur mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya, khususnya yang beredar melalui media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum dipastikan kebenarannya. Apabila menemukan kejadian atau aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian sehingga dapat dilakukan pengecekan,” tegasnya.

Polsek Mimika Timur juga akan meningkatkan patroli sambang serta komunikasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat. Pengawasan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan turut ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.(*)

Berita Terkait

Propam Polres Mimika Ingatkan Personel Pentingnya Disiplin Dan Kerapian
Saat Jam Belajar, 27 Pelajar Malah Nongkrong, Dan Yang Lain Kedapatan Main Judi Slot
Aktivitas Pendulangan Di Tanggul Barat Ditertibkan, Tujuh Camp Dibongkar
Pastikan Kamtibmas Kondusif, Personel Gabungan Lakukan Patroli Skala Besar
Polres Mimika Wanti-Wanti Bahaya Petasan Rakitan, Orang Tua Diminta Lebih Awasi Anak
Kapolda Papua Tengah Turun Atur Lalu Lintas, Lanjut Ingatkan Pelajar Nabire Jauhi Narkoba Dan Bullying
Cegah Tawuran Berbahaya, Polisi Sita Sejumlah Meriam Spirtus Di Nawaripi
Seorang Anak Terkena Panah Usai Pulang Mencari Ikan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:07 WIT

Propam Polres Mimika Ingatkan Personel Pentingnya Disiplin Dan Kerapian

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:02 WIT

Saat Jam Belajar, 27 Pelajar Malah Nongkrong, Dan Yang Lain Kedapatan Main Judi Slot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:38 WIT

Aktivitas Pendulangan Di Tanggul Barat Ditertibkan, Tujuh Camp Dibongkar

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:52 WIT

Pastikan Kamtibmas Kondusif, Personel Gabungan Lakukan Patroli Skala Besar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Kapolda Papua Tengah Turun Atur Lalu Lintas, Lanjut Ingatkan Pelajar Nabire Jauhi Narkoba Dan Bullying

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIT

Cegah Tawuran Berbahaya, Polisi Sita Sejumlah Meriam Spirtus Di Nawaripi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:38 WIT

Seorang Anak Terkena Panah Usai Pulang Mencari Ikan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:34 WIT

Gotong Royong Warga Sempan, Pos PEKA Hadir Jadi Garda Keamanan Lingkungan

Berita Terbaru