Aktivitas Penerbangan Ke Beberapa Wilayah Gunung Mimika Dihentikan Sementara, Ini Alasannya

- Admin

Selasa, 15 April 2025 - 07:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Jila, Iptu Frangki Tethool.

Kapolsek Jila, Iptu Frangki Tethool.

Timika, mimbarpapua.com – Pihak keamanan dalam hal ini Kepolisian Sektor (Polsek) Jila berdasarkan atensi pimpinannya meminta agar aktivitas penerbangan ke beberapa distrik di wilayah dihentikan sementara selama tidak adanya koordinasi serta pengawalan dari otoritas keamanan.

Hal ini merujuk pada atensi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol Patrige Renwarin yang mengambil langkah  preventif menyusul terjadinya kekerasan kepada para pekerja tambang di Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Langkah tersebut yakni menginstruksikan tiga Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di Yahukimo, Asmat, dan Pegunungan Bintang untuk berkoordinasi dengan forkopimda dan para kepala daerahnya agar mengeluarkan edaran larangan keras terhadap aktivitas tambang ilegal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkaitan dengan hal tersebut di atas, maka Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Jila, Iptu Franki Tethool mewanti-wanti aktivitas penerbangan yang akhir-akhir ini mulai kembali aktif di beberapa wilayah di Kabupaten Mimika.

Khususnya, di Distrik Jila, Distrik Hoya dan Distrik Alama. Menurut Iptu Frangki, tiga distrik ini meski sampai saat ini masih landai namun perlu diingat bahwa beberapa waktu lalu sempat terjadi gangguan keamanan.

Yang mana, pada bulan Agustus 2024 lalu terjadi akti pembunuhan terhadap Pilot PT Intan Angkasa Air Service, mendiang Glen Malcolm Conning dan pembakaran helikopter di Distrik Alama.

Kemudian, beberapa bulan berselang terjadi penembakan terhadap helikopter milik TNI AU di Distrik Hoya yang mengakibatkan penerbangan ke beberapa daerah tersebut sempat terhenti.

Iptu Frangki pun meminta agar penerbangan harus dihentikan sementara. Ia juga menyarankan agar operator penerbangan yang beraktivitas di wilayah hukum Polsek Jila tersebut agar segera melakukan koordinasi terpadu dengan semua otoritas keamanan yang ada di Mimika mengenai hal tersebut.

“Selama ini tidak ada penyampaian, apalagi kami selalu Kapolsek dan Danramil yang punya wilayah teritorial wilayah hukum mereka tidak menyampaikan ke kami bahwa mereka hari ini berapa flight ke Jila atau daerah Alama atau Hoya. Sampai detik ini pun tidak ada, mereka mau terbang, terbang saja,” kata Iptu Frangki kepada media ini, Senin (14/4/2025).

“Hal ini ya setiap warga negara mempunyai hak dan kedudukan yang sama akan tetapi kita melihat kembali pada situasi kamtibmas ini. Minimal mereka punya aktivitas penerbangan ke sana ya mereka menyampaikan ke kami juga supaya kami bisa mengetahui. Jangan sampai terjadi sesuatu baru kami TNI Polri kaget ada gangguan kamtibmas di wilayah yang mereka tuju,” lanjutnya menegaskan.

Kapolsek menyebutkan bahwa berkaitan dengan hal tersebut juga sudah menjadi atensi Kepala Kepolisian Resor yang ditembuskan kepada Kepolisian Sektor khususnya Polsek Jila yang membawahi tiga wilayah tersebut untuk ditindaklanjuti.

Menurut Iptu Frangki, masyarakat di tiga wilayah tersebut tentu membutuhkan akses penerbangan untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka.

Namun, jika situasi kamtibmas tidak mendukung maka akan sangat berbahaya bagi pihak operator penerbangan.

Untuk menjaga keamanan di daerah tersebut maka alangkah baiknya operator penerbangan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan dalam hal ini Polres Mimika dan otoritas keamanan terkait untuk membahas tuntas hal tersebut.

Apalagi, mengingat sampai saat ini wilayah Distrik Alama dan Distrik Hoya belum ada pos pengamanan baik dari pihak Kepolisian maupun TNI.

“Kita keamanan ini mau supaya situasi kondusif. Jadi tolonglah hargai kami sebagai pihak keamanan yang punya wilayah hukum di sana kami akan tindak lanjuti ke pimpinan kami,” ujar Iptu Frangki.

“Untuk saat ini sesuai atensi dan instruksi dari pimpinan kami (terkait keamanan) maka aktivitas penerbangan dari operator atau jasa-jasa penerbangan yang ada agar dihentikan sementara sambil tunggu koordinasi dengan melibatkan semua unsur. Sampai dikatakan aman baru bisa diberikan izin untuk penerbangan ke sana,” pungkasnya. (Moh).

Berita Terkait

Diduga Dendam Pribadi, Pelaku Pembunuhan Di Jalan Freeport Lama Akhirnya Ditangkap
Mabuk Dan Mengganggu Pejalan Kaki, DP Diserang Dengan Senjata Tajam
Bentrok Di Kwamki Narama Terjadi Lagi, Satu Orang Meninggal Dunia
Sebagai Wujud Nyata Brimod Hadir Dan Peduli Untuk Warga Kwamki Narama
Siap Jalani Sidang Perdana, Dua Tersangka Beserta BB Dilimpahkan Ke Kejaksaan
Alat Bor Tertinggal di Tubuh Pasien, Kuasa Hukum Somasi RS Mitra Masyarakat  
Diserang Kelompok OPM, Tiga Warga Sipil Alami Luka-luka
Dua Pelaku Penganiayaan Di Jalan WR Supratman Berhasil Ditangkap Polisi

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:27 WIT

Diduga Dendam Pribadi, Pelaku Pembunuhan Di Jalan Freeport Lama Akhirnya Ditangkap

Jumat, 17 April 2026 - 23:46 WIT

Mabuk Dan Mengganggu Pejalan Kaki, DP Diserang Dengan Senjata Tajam

Jumat, 17 April 2026 - 23:30 WIT

Bentrok Di Kwamki Narama Terjadi Lagi, Satu Orang Meninggal Dunia

Kamis, 16 April 2026 - 19:06 WIT

Siap Jalani Sidang Perdana, Dua Tersangka Beserta BB Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Rabu, 15 April 2026 - 20:53 WIT

Alat Bor Tertinggal di Tubuh Pasien, Kuasa Hukum Somasi RS Mitra Masyarakat  

Rabu, 15 April 2026 - 18:48 WIT

Diserang Kelompok OPM, Tiga Warga Sipil Alami Luka-luka

Rabu, 15 April 2026 - 18:43 WIT

Dua Pelaku Penganiayaan Di Jalan WR Supratman Berhasil Ditangkap Polisi

Selasa, 14 April 2026 - 21:20 WIT

Polisi Kembali Tangkap Dua Komplotan Curanmor 

Berita Terbaru

Suasana di lapangan Mini Soccer Goldstone Arena. 

Olahraga

Resmi Bergulir, 32 Sekolah Ikut Turnamen Kapolda Cup 2026

Sabtu, 18 Apr 2026 - 20:03 WIT