Setahun Berjalan, Program Makan Bergizi Gratis di Mimika Tunjukkan Perkembangan Signifikan

- Admin

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Regional MBG Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang. 

Koordinator Regional MBG Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang. 

Timika, mimbarpapua.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah satu tahun berjalan. Hal ini disampaikan Koordinator Regional MBG Provinsi Papua Tengah, Nalensius Situmorang, saat ditemui wartawan di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Kamis (12/02/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) MBG dan Wakil Bupati Mimika selaku Ketua Satgas.

Dari hasil rapat tersebut, Nalensius menilai program MBG di Mimika berjalan cukup baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, seiring semakin jelasnya peran Satgas dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah satu tahun berjalan, ini perkembangan yang cukup signifikan. Kabupaten Mimika mulai berjalan pada 28 Juli, dan sampai saat ini sudah terbentuk 18 SPPG,” ujar Nalensius.

Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat MBG di Mimika saat ini telah mencapai lebih dari 30 ribu peserta didik. Sementara untuk kategori non-peserta didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, jumlah penerima masih berada di kisaran seribuan.

Untuk sebaran penerima di satuan pendidikan, Nalensius mengungkapkan bahwa program MBG baru menjangkau empat distrik, yakni Mimika Baru, Wania, Kuala Kencana, dan Mimika Timur. Sedangkan 14 distrik lainnya masih belum terlayani.

“Baru di empat distrik itu yang tersebar. Makanya dari hasil rapat koordinasi, kita dorong percepatan pembentukan SPPG di wilayah terpencil agar wilayah pinggiran dan pedalaman juga segera mendapatkan MBG, bukan hanya wilayah perkotaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme pelaksanaan MBG di wilayah aglomerasi atau perkotaan berbeda dengan wilayah terpencil. Untuk daerah pedalaman, pengajuan dan usulan dilakukan melalui Satgas dengan melibatkan investor lokal serta yayasan-yayasan lokal sebagai pengelola.

Terkait masih adanya sekolah di empat distrik yang belum mendapatkan MBG, Nalensius mengakui hal tersebut disebabkan keterbatasan jumlah SPPG yang ada saat ini.

“Jumlah dapur atau SPPG di sini baru 18 unit. Satu dapur hanya mencakup sekitar 2.500 sampai 3.000 penerima. Karena jumlahnya masih terbatas, belum semua sekolah bisa terlayani,” katanya.

Ke depan, pihaknya bersama Satgas MBG akan melakukan evaluasi serta peninjauan kebutuhan penambahan SPPG di Kabupaten Mimika guna memperluas jangkauan layanan.

Menjelang bulan puasa, Nalensius memastikan bahwa program MBG tetap berjalan. Meski surat edaran resmi belum diterbitkan dan masih menunggu petunjuk lebih lanjut, ia menegaskan bahwa para siswa tetap akan menerima layanan MBG.

“Pada intinya, sekolah tetap berjalan dan siswa-siswa tetap mendapatkan MBG,” tegasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pelaksanaan MBG mengacu pada petunjuk teknis yang mewajibkan pelibatan pangan lokal. Ketentuan tersebut telah direalisasikan, di antaranya melalui penggunaan ubi dan papeda dalam operasional perdana program pada 8 Januari lalu.

“Dalam juknis sudah jelas kita libatkan pangan lokal. Itu sudah kami realisasikan,” pungkas Nalensius. (anto)

Berita Terkait

Program Apprentice Hospitality: IPN-PTFI Berdayakan Masyarakat Kamoro Jadi Tenaga Profesional Pariwisata  
Buka Lahan Terbengkalai, Satgas TMMD Dan Warga Kampung Kekwa Wujudkan Pertanian Produktif
Brimob Hadir sebagai Sahabat Masyarakat, Dukung Pendidikan dan Sebarkan Nilai Kasih di Kapiraya
Tembus Keterbatasan, TNI Temukan Sumber Air Bersih Untuk Warga Pedalaman Mimika
12 Tahun Mengabdi Di Pesisir Pomako, Sofyan Hadi Dorong Pendidikan Dan Dukung Stabilitas Keamanan Papua
Syukuran HUT Ke-80 Persit KCK, Persit Menjadi Kekuatan Moral Yang Tak Terpisahkan Dari Kehidupan Prajurit
Optimis TMMD Rampung Tepat Waktu, Ratusan Personel Diberangkatkan Ke Kekwa
TMMD Ke -128 Mulai Dilaksanakan, Masyarakat Diminta Berpartisipasi Aktif Dan Menjaga Hasil Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:33 WIT

Program Apprentice Hospitality: IPN-PTFI Berdayakan Masyarakat Kamoro Jadi Tenaga Profesional Pariwisata  

Selasa, 28 April 2026 - 10:32 WIT

Buka Lahan Terbengkalai, Satgas TMMD Dan Warga Kampung Kekwa Wujudkan Pertanian Produktif

Selasa, 28 April 2026 - 10:03 WIT

Tembus Keterbatasan, TNI Temukan Sumber Air Bersih Untuk Warga Pedalaman Mimika

Selasa, 28 April 2026 - 08:56 WIT

12 Tahun Mengabdi Di Pesisir Pomako, Sofyan Hadi Dorong Pendidikan Dan Dukung Stabilitas Keamanan Papua

Selasa, 28 April 2026 - 08:47 WIT

Syukuran HUT Ke-80 Persit KCK, Persit Menjadi Kekuatan Moral Yang Tak Terpisahkan Dari Kehidupan Prajurit

Rabu, 22 April 2026 - 19:20 WIT

Optimis TMMD Rampung Tepat Waktu, Ratusan Personel Diberangkatkan Ke Kekwa

Rabu, 22 April 2026 - 13:41 WIT

TMMD Ke -128 Mulai Dilaksanakan, Masyarakat Diminta Berpartisipasi Aktif Dan Menjaga Hasil Pembangunan

Selasa, 21 April 2026 - 14:25 WIT

SDN Inpres Uta 2 Kapiraya Mulai Aktif Kembali, Polisi Antar Jemput Murid-murid

Berita Terbaru