Timika, mimbarpapua.com — Di tengah situasi sulit akibat insiden keamanan, warga Distrik Jila, Kabupaten Mimika, mendapat angin segar setelah bantuan logistik berupa bahan makanan tiba di wilayah tersebut. Bantuan itu menjadi penopang kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat yang kini berkumpul di pusat distrik.
Masyarakat Jila menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri serta Pemerintah Kabupaten Mimika yang telah membantu menyalurkan bahan makanan kepada warga.
Seorang warga Jila secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Danramil Jila, personel Pos Jila, Kapolsek Jila, Dandim 1710, Bupati Mimika hingga Pangdam yang turut memberikan perhatian sehingga bantuan sembako dapat sampai ke Distrik Jila.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi masyarakat saat ini cukup memprihatinkan. Warga dari 10 kampung berkumpul di pusat Distrik Jila sehingga kebutuhan pangan dan minuman menjadi persoalan yang harus segera dipenuhi.
Bantuan logistik yang tiba pada sore hari tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat dari 10 kampung. Warga berharap bantuan serupa dapat terus diberikan selama situasi di wilayah Jila belum kembali normal.
Namun, di balik bantuan yang meringankan beban kebutuhan sehari-hari, masih tersimpan keresahan mendalam di tengah keluarga warga Jila.
Sejumlah anggota keluarga dilaporkan dibawa secara paksa oleh kelompok yang disebut sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB). Keluarga berharap mereka segera ditemukan dan dapat kembali dalam keadaan selamat.
Salah seorang warga yang anggota keluarganya dibawa pergi juga menyampaikan harapan sederhana. Ia tidak banyak meminta, selain berharap suatu hari dapat kembali bertemu dengan istrinya.
“Mudah-mudahan kita ketemu,” ujarnya.
Ucapan singkat tersebut menjadi gambaran kerinduan sekaligus harapan keluarga yang masih menanti kepulangan orang-orang yang mereka cintai.
Masyarakat Jila berharap pemerintah dan aparat keamanan terus memberikan perhatian, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar maupun upaya penyelesaian persoalan keamanan, sehingga warga dapat kembali hidup tenang dan berkumpul bersama keluarga.
Bagi warga Jila, bantuan logistik bukan hanya soal makanan yang tiba di tengah keterbatasan. Bantuan tersebut juga menjadi tanda bahwa mereka tidak sendirian menghadapi situasi sulit, sementara harapan untuk berkumpul kembali dengan keluarga tetap mereka jaga.(*)














