Biak, mimbarpapua.com – Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan instansi terkait berhasil menuntaskan sterilisasi area ring satu hingga 100 persen di lokasi ledakan Kompleks Ikan, Kabupaten Biak Numfor.
Ledakan dahsyat tersebut diduga kuat berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II.
Memasuki hari keenam (H+6) pasca-insiden yang terjadi pada 31 Mei 2026 lalu, area utama kini dinyatakan aman dari potensi ancaman ledakan susulan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, garis polisi masih terpasang erat dan warga dilarang keras mendekat demi keselamatan.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., menegaskan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memaksimalkan pencarian korban serta mengungkap kronologi dan penyebab pasti peristiwa tersebut.
”Area Ring Satu saat ini telah dinyatakan steril 100 persen, namun masyarakat tetap tidak diperkenankan memasuki lokasi demi keselamatan dan kelancaran proses pencarian serta penyelidikan yang masih berlangsung,” ujar AKBP Ari Trestiawan dalam konferensi pers.
Dalam operasi pencarian terbaru, Tim Basarnas bersama personel gabungan kembali menemukan 17 potongan bagian tubuh di sekitar titik nol ledakan. Seluruh temuan ini langsung diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga saat ini, Tim DVI telah memeriksa total 34 potongan jaringan tubuh dan berhasil mengambil enam sampel DNA postmortem. Sampel tersebut kini telah dikirim ke laboratorium DNA Bareskrim Polri di Jakarta untuk menjalani proses identifikasi ilmiah.
Selain sisa jenazah, tim penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti penting di lapangan, termasuk properti korban berupa ponsel, perangkat elektronik, serta dokumen pribadi seperti Kartu Keluarga atas nama Luther Raubabah.
Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Kabupaten Biak Numfor, Andarias Alik, S.E., menyampaikan bahwa operasi pencarian dan pertolongan (SAR) sebenarnya telah dijadwalkan memasuki tahap akhir. Namun, pihak Basarnas membuka peluang perpanjangan waktu operasi jika ada permintaan khusus.
”Apabila terdapat pertimbangan dari pemerintah daerah maupun pihak keluarga korban, operasi pencarian masih dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Andarias.
Terkait penanganan korban selamat, pemerintah daerah bersama instansi terkait memastikan seluruh korban luka saat ini sudah diperbolehkan rawat jalan. Mereka juga terus mendapatkan pendampingan intensif melalui posko darurat yang telah disediakan di lokasi.(*)














