Timika, mimbarpapua.com — Polres Mimika meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan sebagai langkah pencegahan menyusul terjadinya aksi tawuran yang melibatkan sejumlah anak-anak pada malam Minggu lalu.
Waka Polres Mimika, Kompol J. Limbong, mengatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Timika secara umum masih berjalan aman dan kondusif dalam sepekan terakhir. Namun, aksi tawuran yang terjadi menjadi perhatian kepolisian untuk segera diantisipasi agar tidak kembali terulang.
“Memang malam Minggu kemarin ada tawuran dari anak-anak. Kami masih menyelidiki ini dari tim-tim mana atau dari kelompok mana,” kata Limbong, Senin (28/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, peningkatan patroli dilakukan bersamaan dengan penyekatan di sejumlah titik yang menjadi perhatian kepolisian. Salah satu kawasan yang mendapat perhatian yakni wilayah sekitar Petrosea.
Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui patroli. Polres Mimika juga mengoptimalkan peran Satuan Pembinaan Masyarakat (Binmas) untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada para pelajar.
Personel Binmas nantinya akan mendatangi sejumlah sekolah untuk menyampaikan imbauan agar siswa tidak membawa senjata tajam maupun barang-barang lainnya yang berpotensi digunakan dalam aksi kekerasan.
“Jangan sampai anak-anak sekolah datang ke sekolah membawa alat-alat tajam atau yang menimbulkan masalah satu dengan yang lain,” ujarnya.
Selain sosialisasi, kepolisian juga menyiapkan langkah pendampingan bagi pelajar, terutama pada waktu pulang sekolah. Kehadiran personel diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya aksi tawuran sekaligus memberikan rasa aman bagi para siswa.
Dalam pelaksanaan pembinaan, Polres Mimika akan menggandeng pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan guru. Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar anak yang terlibat dalam tawuran masih berada di bawah umur.
“Kita ajak kepala sekolah untuk duduk bersama. Karena anak-anak ini rata-rata di bawah umur, perlu kita lakukan pembinaan secara khusus. Kita kedepankan dari sekolahnya, tentunya didampingi dari kami,” jelas Limbong.
Sementara itu, terhadap anak-anak yang telah diamankan berkaitan dengan aksi tawuran tersebut, Polres Mimika memastikan penanganannya tetap memperhatikan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.
Limbong menyebutkan, anak yang diamankan akan menjalani pemeriksaan dan pembinaan. Polisi juga akan melibatkan orang tua dalam proses penanganan. Jika hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya unsur tindak pidana, anak tersebut akan dikembalikan kepada keluarganya.
“Kami tetap menjunjung Undang-Undang Perlindungan Anak. Kita berikan sosialisasi, kita lakukan sifatnya interogasi, kita panggil orang tuanya dan kita kembalikan ke orang tuanya,” ungkapnya.
Namun, apabila pemeriksaan menemukan adanya perbuatan yang memenuhi unsur tindak pidana, kepolisian akan memprosesnya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Polres Mimika juga mendorong keterlibatan bersama antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mencegah aksi kekerasan antarpelajar. Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjaga keamanan sekaligus mencegah tawuran kembali terjadi di wilayah Timika.(*)












