Timika, mimbarpapua.com — Belasan pelajar baik dari SMA dan SMK diamankan aparat kepolisian setelah ditemukan berada di luar lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung, Senin (28/9/2026).
Para pelajar tersebut dijaring polisi di beberapa lokasi, termasuk kawasan Pasar Baru dan salah satu kafe. Dari jumlah tersebut, dua di antaranya merupakan pelajar perempuan.
Kasat Binmas Polres Mimika, AKP Budiman Sianturi, mengatakan para pelajar diamankan untuk menjalani pemeriksaan awal. Langkah itu dilakukan menyusul terjadinya aksi tawuran di sekitar SMA Negeri 7 Mimika.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara para pelajar yang diamankan dengan aksi tersebut.
“Ini diamankan dulu, dimintai keterangan apakah mereka terlibat dalam tawuran tadi yang di SMA Negeri 7. Pada intinya kan ini masih jam sekolah, kenapa mereka sampai ada di luar sekolah?” ujar Budiman.
Ia menegaskan, polisi belum memberikan sanksi kepada para pelajar. Penanganan sementara diarahkan pada upaya pembinaan dengan melibatkan keluarga.
“Paling tidak nanti akan dipanggil orang tua untuk memberikan nasihat kepada anak-anak ini. Sampai saat ini belum ada tindakan yang diberikan,” katanya.
Di sisi lain, polisi juga menangani aksi tawuran yang terjadi di lingkungan SMA Negeri 7 Mimika. Personel yang berada di lokasi langsung memberikan imbauan kepada para siswa agar tidak melakukan tindakan balasan.
Situasi sempat memanas setelah terjadi aksi pelemparan batu dari arah tembok pagar di sisi kanan sekolah.
Polisi kemudian menghalau para siswa untuk mencegah terjadinya aksi susulan.
“Kemudian terjadi pelemparan batu dari arah tembok pagar sebelah kanan SMA Negeri 7. Kami mengimbau dan menghalau anak-anak SMA Negeri 7 untuk tidak melakukan pembalasan, dan itu bisa kami redam,” jelas Budiman.
Untuk mencegah persoalan serupa kembali terjadi, kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak sekolah serta Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.
Pihak-pihak sekolah yang berkaitan dengan persoalan tersebut juga direncanakan dipertemukan guna mencari langkah penyelesaian bersama.
“Kemudian nanti bisa dipertemukan antara pihak sekolah yang lagi bertikai ini untuk mencari solusi seperti apa,” ujarnya.
Selain koordinasi dengan sekolah dan pemerintah daerah, polisi juga berencana melibatkan Satpol PP dalam pengawasan pelajar yang berada di luar sekolah selama jam belajar.
“Dalam waktu dekat juga akan dilibatkan mungkin dari Satpol PP untuk melaksanakan sweeping-sweeping anak sekolah yang berkeliaran pada saat jam sekolah,” pungkasnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap para pelajar yang diamankan, termasuk memastikan ada atau tidaknya keterlibatan mereka dalam aksi tawuran di sekitar SMA Negeri 7 Mimika. Pemanggilan orang tua akan dilakukan sebagai bagian dari langkah pembinaan.(*)












