Pendulang Nilai Alasan Tidak Ada Uang Beli Emas, Itu Tidak Masuk Akal

- Admin

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi pemalangan di jalan Ahmad Yani

Situasi pemalangan di jalan Ahmad Yani

Timika, mimbarpapua.com – Aksi palang jalan oleh masyarakat yang notabene dilakukan oleh para pendulang tradisional kembali terjadi lagi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di pertigaan Pin Seluler hingga pertigaan Gorong-gorong Rabu (25/03/2026).

Pantauan wartawan selain melakukan blokade jalan dengan menggunakan kayu, seng, juga terlihat melakukan aksi bakar ban bekas dan karton di tengah jalan.

Dalam kesempatan tersebut seorang ibu-ibu meminta agar pemilik dari toko-toko emas agar bisa bertemu dengan para pendulang dan menyampaikan secara terbuka alasannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau alasan bilang tidak ada uang beli emas, itu alasan tidak masuk akal, jadi tolong tunjuk muka dan sampaikan yang pasti ke kami supaya bagaimana caranya datangkan pembeli dari luar, ” pintanya.

Sementara itu mewakili sesama pendulang, Juan menyampaikan bahwa alasan dilakukan aksi ini karena sejak semalam hingga hari ini tidak ada solusi sama sekali.

“Tadi malam kita sudah bicara dan seharusnya pagi ini toko emas ini semua buka makan akan aman-aman saja. Kita buat aksi ini karena tidak ada solisi yang baik dari tadi malam sampai pagi ini,” katanya.

Lanjutnya,”Inilah alasan mendasar kami lakukan aksi ini. Anak dan istri kami tidak bisa makan karena kami sudah kerja setengah mati mendulang baru tidak dibeli. Kami tidak ditunggangi oleh siapapun, kami jalan karena atas dasar hati dan karena kami lapar,”sambungnya.

Ia juga menyayangkan di tengah-tengah aksi tidak ada satu pun koordinator pendulang yang hadir untuk bersama-sama mencari solusi.

“Kita jalan saat ini seperti ayam tanpa kepala, koordinator pendulang sampai saat ini satupun tidak tunjuk muka sama sekali. Karena kami butuh koordinator kami punya nasib ini, sebab pihak pembeli emas sudah angkat tangan,”ungkap Juan.

Menurutnya, jika pengusaha atau pembeli emas tidak mau membeli hasil dulang, maka resikonya harus ditutup tempat usahanya.

“Jika memang tidak bisa, tempat usahanya dicabut, karena banyak investor dari luar yang mau tampung kita punya hasil dulang. Kalau bisa pemerintah fasilitasi kami dengan koperasi merah putih biar tadah kami punya hasil dulang,” ujarnya.

Selain itu dirinya juga berharap kepada pemerintah daerah apabila melihat ini segera turun dan mendengarkan aspirasi.

“Kami harap kalau pihak pmerintah lihat ini, tolong turun langsung kesini dan lihat kami punya aspirasi,” ucap Juan.

Tak lupa dirinya juga menyampaikan kepada para pendulang lainnya untuk tetap menjaga kamtibmas.

“Polisi ada ditengah -tengah kita ini untuk menjaga kenyamanan dan kamtibmas buat kita semua, jadi mohon maaf sebelumnya siapa yang melakukan anarkis maka itu intern dia sendiri. Mari satu sama lain saling mengingat supaya jangan melakukan anarkis dan tolong terkontrol serta dewasa dalam melakukan tindakan,”ujarnya.

Dengan adanya aksi itu membuat arus lalu lintas dilokasi tersebut sementara terhenti. Pihak kepolisian yang mendatangi lokasi langsung melakukan pengamanan agar situasi tetap kondusif aman serta koordinasi dengan para pendulang.

Kasat Sabhara Polres Mimika, AKP Frengky Tethool berharap kepada para pendulang untuk tidak melakukan anarkis dan harus menjaga kamtibmas.

“Kita hadir disini di tengah-tengah masyarakat sebagai penegak hukum. Jadi apapun yang kalian sampaikan akan kami sampaikan ke pimpinan dan tolong jaga kamtibmas dengan baik. Sekali lagi kami mohon untuk sama-sama jaga kamtibmas,”ucapnya saat bertemu dengan para pendulang. (*)

Berita Terkait

Rumah Warga Di Kampung Muara Dibakar OPM, Warga Terpaksa Mengunsi
Tim Gabungngan Temukan Ladang Ganja Saat Patroli Taktis 
Irwasda Polda Papua Tengah : Pos Yang Dibakar Itu Bukan Pos Brimob, Tapi Itu Pos Penyekatan
Irwasda Polda Papua Tengah Tinjau Langsung Kwamki Narama
Diduga Alami Permasalahan Asmara, Seorang Pelajar Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri
Dua Orang Curanmor Di Bekuk Polisi
Harapan Baru Warga Girimulyo Nabire, TNI Buka Jalur Transportasi Darat
Hilang Kendali Dan Tabrak Media Jalan, Seorang Pengendara Dinyatakan Meninggal

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 18:56 WIT

Rumah Warga Di Kampung Muara Dibakar OPM, Warga Terpaksa Mengunsi

Senin, 13 April 2026 - 18:52 WIT

Tim Gabungngan Temukan Ladang Ganja Saat Patroli Taktis 

Senin, 13 April 2026 - 18:46 WIT

Irwasda Polda Papua Tengah : Pos Yang Dibakar Itu Bukan Pos Brimob, Tapi Itu Pos Penyekatan

Senin, 13 April 2026 - 18:42 WIT

Irwasda Polda Papua Tengah Tinjau Langsung Kwamki Narama

Minggu, 12 April 2026 - 23:04 WIT

Diduga Alami Permasalahan Asmara, Seorang Pelajar Nekat Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

Minggu, 12 April 2026 - 18:36 WIT

Harapan Baru Warga Girimulyo Nabire, TNI Buka Jalur Transportasi Darat

Minggu, 12 April 2026 - 18:31 WIT

Hilang Kendali Dan Tabrak Media Jalan, Seorang Pengendara Dinyatakan Meninggal

Sabtu, 11 April 2026 - 07:11 WIT

Tak Kapok-Kapok Juga, Residivis Narkoba Ditangkap Lagi

Berita Terbaru

Inilah BB ganja yang berhasil disita oleh tim gabungan.

Hukrim

Tim Gabungngan Temukan Ladang Ganja Saat Patroli Taktis 

Senin, 13 Apr 2026 - 18:52 WIT

Irwasda Polda Papua Tengah beserta rombongan dengan didampingi Kapolres Mimika saat bertemu dengan tokoh pemuda dan pihak distrik. 

Hukrim

Irwasda Polda Papua Tengah Tinjau Langsung Kwamki Narama

Senin, 13 Apr 2026 - 18:42 WIT