Timika, mimbarpapua.com — Keluarga sejumlah perempuan yang disebut dibawa paksa dari Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada Agustus 2026 oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) , mempertanyakan keberadaan dan kondisi anggota keluarga mereka yang hingga kini belum diketahui secara terbuka.
Kekhawatiran tersebut disampaikan keluarga melalui video pernyataan sikap yang beredar di media sosial pada Rabu. Dalam video itu, keluarga meminta adanya kepastian mengenai lokasi serta kondisi para perempuan yang mereka sebut telah dibawa dari Jila.
Keluarga menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikan tidak berkaitan dengan berbagai aksi maupun kejadian lain yang terjadi di wilayah Jila. Mereka menyatakan fokus mereka hanya pada keberadaan anggota keluarga yang hingga kini belum kembali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami murni keluarga korban dan kami hanya berbicara mengenai anak-anak kami yang dibawa. Kami tidak berkaitan dengan aksi-aksi lain yang dilakukan di Jila,” ujar perwakilan keluarga dalam video tersebut.
Keluarga meminta pihak yang mereka duga membawa para perempuan tersebut memberikan informasi mengenai keberadaan mereka. Bagi keluarga, kepastian lokasi menjadi hal penting untuk memastikan keselamatan dan kondisi anggota keluarga mereka.
“Kami keluarga meminta pelaku memberikan informasi kepastian anak-anak kami sekarang berada di mana,” kata perwakilan keluarga.
Selain meminta informasi, keluarga juga mendesak agar para perempuan tersebut segera dipulangkan. Mereka berharap proses pengembalian dapat dilakukan dalam waktu dekat, sebelum batas waktu dua bulan yang mereka sampaikan.
“Kami meminta agar dalam waktu dekat anak-anak kami dipulangkan, sebelum dua bulan ke depan,” lanjutnya.
Keluarga menyatakan akan mengambil langkah apabila tidak memperoleh kepastian dalam waktu yang mereka harapkan. Mereka menyebut akan berupaya mencari keberadaan anggota keluarga tersebut, termasuk mendatangi keluarga dari pihak yang mereka duga terlibat dan berada di Timika.
Pernyataan sikap itu disampaikan keluarga sebagai bentuk desakan agar persoalan tersebut segera mendapat perhatian dan penanganan. Mereka berharap aparat berwenang dapat membantu menelusuri keberadaan para perempuan serta memastikan kondisi mereka.
Keluarga juga berharap anggota keluarga mereka dapat segera kembali dan berkumpul bersama keluarga dalam keadaan selamat.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian terbuka mengenai keberadaan maupun kondisi para perempuan yang disebut dalam pernyataan keluarga tersebut. Sementara dugaan bahwa mereka dibawa secara paksa masih berdasarkan keterangan keluarga dan belum terverifikasi secara independen maupun dikonfirmasi oleh pihak berwenang. (*)














