Timika, mimbarpapua.com — Situasi keamanan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menjadi perhatian setelah muncul laporan dugaan penyanderaan terhadap 11 perempuan di wilayah Kampung Pasir Putih.
Informasi tersebut diterima Koramil 1710-05/Jila dari masyarakat pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIT. Aparat kemudian melakukan pendalaman guna memastikan kebenaran informasi serta kondisi warga yang dilaporkan menjadi korban.
Dalam laporan awal, seorang warga disebut mengalami luka tembak pada bagian perut hingga meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi bersama masyarakat Distrik Jila untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.
Sementara itu, seorang warga lainnya dilaporkan dibuang ke sebuah jurang. Korban mengalami patah kaki, namun berhasil dievakuasi oleh masyarakat dan dibawa ke Kampung Pilikogom, Distrik Jila, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Di sisi lain, keberadaan sembilan perempuan lainnya yang diduga masih menjadi korban penyanderaan hingga kini belum diketahui. Informasi mengenai kondisi dan identitas para perempuan tersebut juga masih dalam proses pendalaman aparat.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran laporan, termasuk identitas serta kondisi para korban.
“Untuk informasi lengkap, kami sedang dalami. Anggota kami di sana masih mencari identitas dan kebenarannya,” ujar Alredo saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, personel Koramil 1710-05/Jila juga masih berupaya mengumpulkan informasi mengenai warga yang dilaporkan menjadi korban.
“Belum ada identitas para korban, kami masih dalami, karena belum ada keterangan dari para korban,” jelasnya.
Kepala Distrik Jila, Enos Lokobal, mengatakan dirinya baru memperoleh informasi tersebut setelah turun dari Jila dan tiba di Timika. Ia kemudian berkomunikasi dengan Danramil Jila untuk mengetahui perkembangan situasi di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, sebagian besar perempuan yang diduga menjadi korban masih berusia muda. Bahkan, terdapat dugaan bahwa beberapa di antaranya merupakan anak perempuan di bawah umur.
“Saya baru turun dari Jila, saya dapat informasi itu setelah tiba di Timika. Jadi, saya telepon Danramil Jila, informasinya sebagian besar masih anak gadis,” ungkap Enos.
Hingga berita ini ditulis, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa tersebut. Pencarian informasi mengenai keberadaan sembilan perempuan yang dilaporkan belum diketahui juga terus dilakukan.
Situasi keamanan masyarakat di Distrik Jila masih menjadi perhatian aparat keamanan dan pemerintah setempat.(*)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














