Timika, mimbarpapua.com – Aksi penyampaian aspirasi terkait kepastian penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Mimika yang dilakukan Kelompok Helois Kemong di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA), Kampung Minabua, Distrik Mimika Baru, Selasa (3/11/2026), mendapat pengawalan aparat kepolisian.
Dalam keterangan yang diberikan pihak kepolisian kepada media, sekitar 15 orang masyarakat mendatangi Kantor BKPSDA untuk mempertanyakan kejelasan proses pengusulan formasi CPNS di Kabupaten Mimika. Dalam aksi tersebut, situasi di dalam kantor sempat diwarnai keributan sebelum akhirnya dapat dikendalikan dan dilanjutkan dengan dialog bersama pihak BKPSDA.
Merespons situasi tersebut, personel gabungan Polsek Kuala Kencana dan Satuan Samapta Polres Mimika bergerak menuju lokasi sekitar pukul 10.15 WIT untuk melakukan pengamanan sekaligus memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengamanan dipimpin Kasat Samapta Polres Mimika, Iptu Fransiskus Tethool, S.E., M.H., dengan melibatkan dua regu personel Sat Samapta serta empat personel Polsek Kuala Kencana. Turut hadir Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Willy B. Sawamanay, S.H., bersama sejumlah personel lainnya.
Dalam menjalankan tugas pengamanan, aparat kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Personel gabungan melakukan pemantauan serta memberikan imbauan kepada massa agar tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.
Setelah situasi berangsur kondusif, perwakilan Kelompok Helois Kemong kemudian melakukan pertemuan dengan Kepala BKPSDA Kabupaten Mimika, Prof. Dr. Hermalina Sinay, S.Pd., M.Si., untuk mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan pengusulan formasi CPNS.
Dalam dialog tersebut, Hermalina menjelaskan bahwa proses pengusulan formasi CPNS Kabupaten Mimika masih menunggu tindak lanjut dan keputusan dari pemerintah pusat.
Ia menyampaikan bahwa sejumlah tahapan administrasi telah diupayakan, termasuk penyampaian dokumen persyaratan kepada kementerian terkait. Namun, proses tersebut masih membutuhkan verifikasi serta kepastian lebih lanjut dari pemerintah pusat.
Mendengar penjelasan tersebut, perwakilan kelompok berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai kelanjutan proses penerimaan CPNS, termasuk tahapan dan waktu pelaksanaan seleksi di Kabupaten Mimika.
Mereka juga mengusulkan agar persoalan tersebut dapat terus dikomunikasikan melalui jalur mediasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Setelah menyampaikan aspirasi dan mendengarkan penjelasan pihak BKPSDA, massa secara bertahap meninggalkan lokasi sekitar pukul 12.00 WIT.
Selanjutnya, pada pukul 12.32 WIT, seluruh personel gabungan meninggalkan Kantor BKPSDA setelah memastikan situasi keamanan dalam keadaan aman dan kondusif.
Pihak kepolisian mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap mengedepankan komunikasi dan menjaga situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Penyampaian aspirasi diharapkan dilakukan secara damai tanpa tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Pengamanan yang dilakukan Polsek Kuala Kencana bersama Sat Samapta Polres Mimika merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas kamtibmas sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
Melalui dialog dan komunikasi yang baik, diharapkan persoalan terkait kepastian formasi CPNS di Kabupaten Mimika dapat menemukan titik terang. Masyarakat pun diharapkan tetap bersabar menunggu tindak lanjut dan keputusan pemerintah pusat terkait proses tersebut. (*)












