Timika, mimbarpapua.com – Polres Mimika terus mendalami kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria yang berprofesi sebagai tukang ojek yang ditemukan meninggal dunia di Jalan Poros SP 2–SP 5, Lorong Amungsa Indah, samping Jembatan Waker, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, pada Sabtu (25/7/2026) dini hari lalu.
Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Kasus tersebut telah menjadi perhatian Kapolda Papua Tengah yang memerintahkan pembentukan tim khusus guna mempercepat proses pengungkapan.
Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, S.I.K., M.Tr.Mil., M.Han, mengatakan pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut dan berupaya mencari titik terang terkait pelaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk sekarang masih terus kami dalami. Untuk titik terang memang masih belum terlalu bisa kami dapatkan dengan jelas. Namun, ini sudah menjadi atensi dari Kapolda. Kapolda memerintahkan saya untuk mengungkap kasus ini dengan membentuk tim khusus dalam mencari pelaku,” kata Kapolres saat ditemui Senin (27/7/2026).
Kapolres mengungkapkan, dirinya telah menemui keluarga korban yang berharap agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan kepastian kepada keluarga korban. Saya juga memohon bantuan kepada seluruh masyarakat. Sekecil apa pun informasi sangat berguna bagi kami untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi tidak menemukan adanya barang bukti yang diduga milik pelaku. Sebaliknya, seluruh barang milik korban masih ditemukan dalam kondisi lengkap di lokasi kejadian.
“Pelaku tidak meninggalkan sama sekali barang bukti. Yang ada hanya barang-barang milik korban dan semuanya masih lengkap. Ada motornya, helm, HP, dan dompetnya,” ungkap Kapolres.
Dengan kondisi tersebut, polisi menilai dugaan pembunuhan bermotif perampasan atau begal sangat kecil. Pasalnya, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.
“Indikasi mengarah ke begal sangat minim. Kalau begal sudah pasti barang-barang korban diambil. Apakah ini berkaitan dengan dendam pribadi atau permasalahan lain, kami belum tahu. Sekarang fokus kami adalah mencari pelakunya terlebih dahulu, baru kemudian mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap motifnya,” tegasnya.(*)














