Kapolres Mimika Sambangi Rumah Duka, Pastikan Pencarian Korban Jila Terus Dilakukan

- Admin

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Kapolres beserta jajarannya saat berada di rumah duka keluarga korban.

Suasana Kapolres beserta jajarannya saat berada di rumah duka keluarga korban.

Timika, mimbarpapua.com — Kepedulian terhadap keluarga korban insiden penculikan di wilayah Distrik Jila ditunjukkan Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak beserta jajarannya dengan mendatangi rumah duka keluarga korban di Jalan WR Supratman, Timika, Kamis (10/9/2026).

Kedatangan Kapolres bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa. Ia juga menyerahkan bantuan bahan makanan serta berdialog langsung dengan keluarga yang masih berada dalam suasana duka dan menunggu kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan.

Di hadapan keluarga, Alredo menyampaikan bahwa jajaran Polres Mimika turut merasakan kesedihan yang dialami keluarga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya pribadi bersama seluruh jajaran mengucapkan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa adik kita ini. Kami juga mengerti perasaan Bapak dan Ibu semua,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alredo memastikan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih terus berjalan. Polisi terus mengembangkan komunikasi serta menggali informasi dari berbagai pihak yang berada di wilayah Alama dan Jila.

Upaya pencarian juga dilakukan dengan melibatkan tokoh adat. Kapolres mengungkapkan, dirinya telah berkomunikasi dengan Ketua Adat Nduga yang menyatakan kesediaan membantu mencari keberadaan korban dengan mengutus sejumlah orang ke wilayah yang diduga menjadi lokasi keberadaan mereka.

“Beliau akan mengutus orang ke sana untuk berkomunikasi dan mencari. Bahkan sudah menunjuk orang-orang untuk bergerak masuk mencari sisa yang lain,” kata Alredo.

Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh proses pencarian harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap mengutamakan keselamatan. Keluarga dan masyarakat juga diminta tidak mengambil langkah yang berpotensi memperkeruh keadaan.

“Saya mohon kepada pihak keluarga untuk terus menjaga diri dan menahan diri, jangan melakukan hal-hal yang bisa merugikan kita semua,” tegasnya.

Alredo turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurutnya, tragedi tersebut tidak boleh berkembang menjadi persoalan antarsuku. Ia menegaskan, tindakan kelompok yang melakukan kekerasan tidak dapat digeneralisasi sebagai perbuatan suatu suku atau masyarakat tertentu.

“Ini bukan masalah kita bicara suku-suku di sini. Ini tidak bicara suku. Pelaku ini murni orang yang memang berseberangan dengan kita,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak menyudutkan warga Nduga secara keseluruhan akibat tindakan kelompok pelaku.

“Jangan bilang orang Nduga yang melakukan. Ini kelompok yang berseberangan, yang juga dengan kami TNI-Polri berseberangan, yang sedang kita cari dan buru,” katanya.

Menurut Alredo, Mimika merupakan daerah yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang. Hubungan kekeluargaan dan perkawinan antarsuku telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehingga konflik tidak boleh dibangun berdasarkan identitas suku.

“Kita semua saudara. Ada yang menikah dengan orang Nduga, ada orang Amungme menikah dengan Nduga. Masalah kejahatan ini bukan berdasarkan suku,” ujarnya.

Perwakilan keluarga sekaligus tokoh masyarakat, Pdt. Yoprinus Piligame, mengatakan pihak keluarga masih berharap proses pencarian dapat menemukan anggota keluarga mereka yang belum diketahui keberadaannya.

Ia menyebut kondisi cuaca dan keterbatasan akses menuju wilayah pencarian menjadi salah satu kendala yang dihadapi.

“Kita masih belum memastikan karena cuaca yang sedang kabut dan keadaan juga seperti ini,” ujar Yoprinus.

Ia berharap pemerintah dapat membantu masyarakat yang hendak menuju wilayah tersebut, termasuk dalam hal transportasi. Menurutnya, keinginan masyarakat untuk masuk ke lokasi pencarian bukan untuk mencari persoalan baru, melainkan semata-mata ingin menemukan anggota keluarga.

“Kita masuk pencarian. Kita bukan niat yang tidak baik. Kita harus sama-sama melakukan pencarian,” katanya.

Terkait kemungkinan terjadinya kontak senjata di wilayah tersebut, Yoprinus menyerahkan persoalan itu kepada pihak yang berwenang.

“Kalau bagian dari pertempuran, bagian dari tembak-menembak, itu urusan mereka,” ujarnya.

Yoprinus juga menyerukan agar tragedi tersebut tidak menjadi alasan untuk menumbuhkan kebencian antarsuku. Ia mengajak masyarakat Mimika dan Papua secara umum untuk tetap menjaga kedamaian.

“Papua ini kita harus damai. Berapa suku yang ada di sini, Mimika ini, kita harus lihat yang baik. Tidak boleh ada bermusuhan satu sama yang lain,” katanya.

Ia menekankan pentingnya sikap netral dan mengedepankan nilai kemanusiaan di tengah situasi yang masih sensitif.

“Kita ini pikiran netral. Semua suku ada di sini. Kita harus sama-sama,” ujarnya.

Yoprinus juga menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan Ketua Adat Nduga yang turut membantu membuka komunikasi untuk mendukung pencarian.

“Kita harus berdoa supaya bagaimana Kepala Suku itu mencari jalan sampai keluarga bisa ditemukan. Itu yang saya sampaikan,” katanya.

Menutup pertemuan, Kapolres Mimika kembali mengajak masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu proses pencarian kepada kepolisian.

Jajaran kepolisian, kata dia, akan terus membuka komunikasi dengan masyarakat dan menindaklanjuti setiap informasi yang dinilai dapat membantu menemukan korban.

Alredo berharap proses pencarian dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan persoalan baru. Ia juga kembali mengingatkan semua pihak agar tidak terpengaruh provokasi maupun narasi yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

“Doakan saya beserta jajaran agar kita semua bisa mendapatkan semuanya ini. Jangan mudah terprovokasi dengan bahasa-bahasa di luar,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Masuk Rumah Saat Malam, Sosok Bermasker Diduga Berkaitan dengan Kematian Seorang Warga
Razia THM Di Timika, Polisi Temukan Satu Pramuria Positif Narkoba
Saat Ambulans Rusak, Bhabinkamtibmas Antar Ibu Hamil Ke Bandara Dengan Motor Dinas
Polisi Kejar Titik Terang Kematian SM Di Kawasan Kali Kum-kum
Ditemukan Meninggal Dalam Rumah, Polisi: Tidak Temukan Adanya Tanda Kekerasan
Gerak Cepat Polisi Jinakkan Dua Titik Karhutla Di Yendidori, Satu Water Cannon Dikerahkan
Polisi Putus Jalur Ganja Jayapura – Timika, Barang Bukti Dimusnahkan
Polisi Tetapkan Empat Jadi Tersangka Kasus Membawa Senjata Tajam

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:46 WIT

Kapolres Mimika Sambangi Rumah Duka, Pastikan Pencarian Korban Jila Terus Dilakukan

Kamis, 10 September 2026 - 09:33 WIT

Masuk Rumah Saat Malam, Sosok Bermasker Diduga Berkaitan dengan Kematian Seorang Warga

Rabu, 9 September 2026 - 21:23 WIT

Razia THM Di Timika, Polisi Temukan Satu Pramuria Positif Narkoba

Rabu, 9 September 2026 - 20:08 WIT

Polisi Kejar Titik Terang Kematian SM Di Kawasan Kali Kum-kum

Selasa, 8 September 2026 - 14:45 WIT

Ditemukan Meninggal Dalam Rumah, Polisi: Tidak Temukan Adanya Tanda Kekerasan

Selasa, 8 September 2026 - 14:38 WIT

Gerak Cepat Polisi Jinakkan Dua Titik Karhutla Di Yendidori, Satu Water Cannon Dikerahkan

Selasa, 8 September 2026 - 14:32 WIT

Polisi Putus Jalur Ganja Jayapura – Timika, Barang Bukti Dimusnahkan

Senin, 7 September 2026 - 20:15 WIT

Polisi Tetapkan Empat Jadi Tersangka Kasus Membawa Senjata Tajam

Berita Terbaru