Pencaker Lokal Gelar Aksi di DPRK Mimika, Tuntut Keadilan Lapangan Kerja 

- Admin

Selasa, 2 Juni 2026 - 20:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana aksi demo damai oleh pencaker yang tergabung dalam Apelcami. 

Suasana aksi demo damai oleh pencaker yang tergabung dalam Apelcami. 

Timika, mimbarpapua.com​ — Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartenz Mimika (Apelcami) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika pada Selasa (2/6/2026).

Kedatangan massa aksi ini bertujuan untuk menyuarakan jeritan hati anak-anak asli daerah yang merasa tersisih di tanah kaya mereka sendiri, sekaligus menyerahkan 10 poin pernyataan sikap.

Pantauan wartawan dilapangan, perwakilan perempuan Papua mempertanyakan kebijakan pemerintah daerah dan sistem rekrutmen perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Mimika.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena pekerja dari luar daerah yang dengan mudah mendapatkan posisi strategis sementara putra daerah dibiarkan menganggur menjadi sorotan tajam.

​”Kita minta supaya bapak ibu dewan panggil Bupati baru tanya kenapa pencaker (pencari kerja) terlalu banyak di Kabupaten Mimika? Orang dari luar datang tidak tahu tentang Mimika langsung naik kerja di Tembagapura. Baru anak-anak yang hidup dari limbah itu, dorang mau kerja apa?” ujar perempuan tersebut di hadapan massa aksi.

​Ia juga menegaskan pentingnya persatuan tanpa memandang sekat suku demi memperjuangkan hak asasi di bawah payung Otonomi Khusus (Otsus).

​”Saya berdiri di sini bukan sebagai perempuan Amungme, bukan sebagai perempuan Kamoro, bukan sebagai perempuan Tabi-Saireri, tapi saya berdiri di sini sebagai perempuan Papua. Tidak ada sukuisme di antara kita. Otonomi Khusus itu berlaku untuk seluruh orang Papua,” sambungnya.

​Sementara ​Ketua Apelcami, Hendrikus Kaparepea, menegaskan bahwa aksi mereka ini murni untuk menuntut keadilan bagi para pencaker di Mimika, bukan untuk memicu kerusuhan.

Pihaknya mendesak DPRK Mimika untuk segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) kedua sebagai kelanjutan dari aspirasi yang telah masuk sebelumnya. RDP kedua ini dinilai krusial agar solusi konkret terkait peluang kerja bisa segera diputuskan.

​”Kami di sini tidak datang untuk mencari konflik! Kami datang untuk memperjuangkan hak-hak kami. Kami bersemangat dan memiliki kemampuan untuk bekerja, tapi tidak diberikan kesempatan. Jadi RDP kedua ini mungkin secepatnya agar kita punya peluang-peluang bisa sampaikan,” tegas Hendrikus.

​Sementara itu, perwakilan dari anak Lahir Besar Timika (Labeti), Kelvin, mengungkapkan bahwa Apelcami dibentuk justru karena melihat kondisi pencaker lokal di Mimika yang selama ini terlalu banyak memilih diam atas ketidakadilan sistemik.

​”Karena asosiasi ini bertujuan untuk bagaimana kita berkumpul dan kita harus berjuang untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi, apa yang kita lakukan hari ini sangat luar biasa. Karena selama ini pencaker di Mimika ini terlalu banyak. Semua diam! Tidak ada yang bisa mau melawan sistem yang selama ini mereka bangun. Mulai dari kontraktor, manajemen PT Freeport, dan lain sebagainya. Mereka sangat mempersulit kami teman-teman pencaker yang ada di Kabupaten Mimika,” ungkap Kelvin, seraya meminta Pemkab Mimika dan DPRK serius menanggapi persoalan ini.

​Respon DPRK Mimika: Siap Kawal Aspirasi dan Dorong Proteksi Tenaga Kerja Lokal

​Menanggapi aksi tersebut, Wakil Ketua I DPRK Mimika, Asri Akkas, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk mengawal aspirasi yang sudah diserahkan.

Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengaku sependapat dengan keresahan para demonstran terkait masuknya tenaga kerja luar daerah.

​”Seluruh aspirasi kami terima dan akan kami kawal. Saya juga tidak terima kalau saya punya KTP Timika, saya daftar, eh orang KTP luar yang masuk tiba-tiba kerja di Tembagapura. Kita akan kawal sama-sama,” ujar Asri.

​Sebagai langkah konkret, Asri menyatakan bahwa Komisi III DPRK Mimika akan memanggil kembali pihak terkait untuk melakukan RDP dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker).

Ia menekankan pentingnya regulasi proteksi dan penguatan kapasitas bagi pencaker lokal ke depannya.(*)

Berita Terkait

Perkuat Kelembagaan, Kapolda Papua Tengah Perjuangkan Pembangunan Mako Polda
Komisi III DPR RI Kunker Di Timika, Fokus Perkuat Sinergi Dengan Aparat
Kapolres Mimika Awali Tugas Dengan Menyapa Warga Kokonao, Tegaskan Polri Hadir Sampai Pelosok
Tradisi Adat Dan Pedang Pora Sambut Kehadiran AKBP Alredo Rumbiak Di Polres Mimika
Ribuan Warga Semarakkan Konser Rima Kebangsaan Di Timika
Sekda Mimika: Polri Diharapkan Terus Tingkatkan Pengabdian Kepada Masyarakat
Syukuran HUT Bhayangkara Ke-80, Kapolda Papua Tengah Tekankan Penguatan Integritas Dan Profesionalisme Polri
HUT Bhayangkara Ke-80 Di Mimika, Presiden Tekankan Transformasi Polri Demi Menjaga Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:04 WIT

Perkuat Kelembagaan, Kapolda Papua Tengah Perjuangkan Pembangunan Mako Polda

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:05 WIT

Komisi III DPR RI Kunker Di Timika, Fokus Perkuat Sinergi Dengan Aparat

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:31 WIT

Kapolres Mimika Awali Tugas Dengan Menyapa Warga Kokonao, Tegaskan Polri Hadir Sampai Pelosok

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:27 WIT

Tradisi Adat Dan Pedang Pora Sambut Kehadiran AKBP Alredo Rumbiak Di Polres Mimika

Kamis, 2 Juli 2026 - 17:12 WIT

Ribuan Warga Semarakkan Konser Rima Kebangsaan Di Timika

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:09 WIT

Sekda Mimika: Polri Diharapkan Terus Tingkatkan Pengabdian Kepada Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:03 WIT

Syukuran HUT Bhayangkara Ke-80, Kapolda Papua Tengah Tekankan Penguatan Integritas Dan Profesionalisme Polri

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:51 WIT

HUT Bhayangkara Ke-80 Di Mimika, Presiden Tekankan Transformasi Polri Demi Menjaga Kepercayaan Publik

Berita Terbaru