Remaja 15 Tahun Di Sentani Timur Meninggal Usai Dirawat 12 Hari, Polisi Dalami Dugaan Pembakaran oleh Orang Tua

- Admin

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat dievakuasi menuju rumah sakit.

Korban saat dievakuasi menuju rumah sakit.

Sentani, mimbarpapua.com – Kepolisian Resor Jayapura masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Korban, seorang remaja putri berinisial DEP (15), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 12 hari akibat luka bakar berat yang dialaminya.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 22.40 WIT di sebuah kedai pinang yang berada di ruas jalan menuju Kalkhote, Kampung Nolokla.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, hasil informasi awal yang diperoleh petugas menunjukkan bahwa korban diduga mengalami luka bakar akibat perbuatan orang tuanya yang berinisial DY (67).

“Dari informasi yang berhasil dihimpun petugas di lapangan, korban diduga mengalami luka bakar yang disebabkan oleh tindakan orang tuanya, DY (67),” kata AKP Axel Panggabean, Jumat (19/6/2026).

Setelah menerima laporan warga, anggota Polsek Sentani Timur yang dipimpin Ka SPK II bersama personel piket langsung menuju lokasi. Polisi melakukan pengamanan tempat kejadian, memberikan bantuan kepada korban, serta mengamankan terduga pelaku guna menghindari potensi gangguan kamtibmas.

Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Kampung Harapan untuk mendapatkan penanganan awal sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Dian Harapan guna menjalani perawatan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa itu diduga dipicu pertengkaran antara korban dan terduga pelaku. Saat emosi, terduga pelaku diduga menyiramkan bahan bakar ke tubuh korban lalu menyalakan api hingga menyebabkan luka bakar serius.

Korban sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlari meminta bantuan warga dan menceburkan diri ke bak penampungan air milik warga untuk memadamkan api yang membakar tubuhnya. Warga kemudian memberikan pertolongan dan menahan terduga pelaku hingga aparat kepolisian datang.

AKP Axel mengatakan pihak kepolisian sejak awal telah melakukan penyelidikan dan pendalaman terhadap kasus tersebut secara profesional.

Meski demikian, dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan permintaan korban selama menjalani perawatan, polisi memberikan kesempatan kepada terduga pelaku untuk mendampingi korban di rumah sakit.

“Keputusan itu diambil semata-mata untuk memenuhi kebutuhan korban yang sedang menjalani perawatan intensif. Namun proses penyelidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Setelah menjalani perawatan selama hampir dua pekan di Rumah Sakit Dian Harapan, korban akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar yang dideritanya. Kondisi tersebut membuat kasus ini menjadi perhatian serius jajaran Polres Jayapura.

“Perkara ini menjadi perhatian kami karena berkaitan dengan keselamatan dan perlindungan anak. Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional dan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini keluarga korban belum membuat laporan polisi secara resmi, baik ke Polres Jayapura maupun Polsek Sentani Timur.

“Kami masih menunggu laporan resmi dari pihak keluarga sebagai dasar proses hukum lanjutan. Kendati demikian, penyidik tetap melakukan pengumpulan informasi dan pendalaman guna memastikan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan hukum,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Diduga Terlibat Pencurian, Seorang Pemuda Diamankan Polisi Di Jl Busiri
Sasar Kampung Vietnam Dan Sejumlah Penginapan, Aparat Amankan 10 Orang
Diduga Tabrak Lari, Pria 31 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Di Jalan
Ungkap Pabrik Miras Ilegal di Mimika, Polisi Butuh Keberanian Warga
60 Personel Disiagakan, Polres Mimika Pastikan Agenda IFRC 2026 Berjalan Lancar
Polisi Selidiki Kebakaran Rumah Di Jalan Pendidikan, Penyebabnya Belum Diketahui
Masalah Penganiayaan Di Mimika Timur Berujung Pelemparan Mako Polsek
Polisi KP3 Laut Pomako Melakukan Pemusnahan Ribuan Liter Sopi Dan Cap Tikus Hasil Razia

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:28 WIT

Diduga Terlibat Pencurian, Seorang Pemuda Diamankan Polisi Di Jl Busiri

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:30 WIT

Sasar Kampung Vietnam Dan Sejumlah Penginapan, Aparat Amankan 10 Orang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:24 WIT

Diduga Tabrak Lari, Pria 31 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa Di Jalan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:12 WIT

Ungkap Pabrik Miras Ilegal di Mimika, Polisi Butuh Keberanian Warga

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:04 WIT

60 Personel Disiagakan, Polres Mimika Pastikan Agenda IFRC 2026 Berjalan Lancar

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Masalah Penganiayaan Di Mimika Timur Berujung Pelemparan Mako Polsek

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:55 WIT

Polisi KP3 Laut Pomako Melakukan Pemusnahan Ribuan Liter Sopi Dan Cap Tikus Hasil Razia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIT

Program Polisi Menyapa Jadi Sarana Edukasi Hukum Polda Papua Kepada Masyarakat

Berita Terbaru