Timika, mimbarpapua.com — Pemerintah Kabupaten Mimika bergerak cepat mengantisipasi dampak situasi keamanan terhadap ketersediaan pangan masyarakat di Distrik Jila. Sebanyak tiga ton bahan makanan (bama) direncanakan dikirim ke Jila menggunakan helikopter pada Jumat (21/8/2026) besok.
Langkah tersebut diambil setelah aktivitas masyarakat di Jila terganggu. Warga disebut mengalami trauma dan memilih tidak pergi berkebun karena khawatir terhadap keselamatan mereka. Padahal, aktivitas berkebun selama ini menjadi salah satu sumber utama pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Pengiriman bantuan dilakukan Pemkab Mimika dengan dukungan Kogabwilhan III dan Kodim. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk menjaga keamanan sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan pemerintah daerah tetap memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat Jila.
“Masyarakat Jila adalah masyarakat kami. Kami terus berkoordinasi dengan pihak TNI dan Polres agar situasi di Jila bisa kondusif kembali,” kata Rettob saat konferensi pers di kediamannya, Jalan Hasanuddin, Timika, Kamis (20/8/2026) malam.
Rettob menjelaskan, persoalan keamanan menjadi perhatian utama pemerintah, terlebih menyusul adanya laporan dugaan penculikan terhadap anak-anak dan perempuan.
Pemerintah, kata dia, terus melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan warga yang dilaporkan hilang dapat segera ditemukan dan kembali kepada keluarganya dalam kondisi selamat.
Selain mengantisipasi kebutuhan pangan, Pemkab Mimika juga memperhatikan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak situasi tersebut.
“Pemerintah juga memperhatikan pemulihan trauma masyarakat. Kita berharap kondisi ini segera kembali normal,” ujarnya.
Sementara itu, tenaga kesehatan, guru, serta pegawai distrik telah dievakuasi sementara dari Jila ke Timika menggunakan helikopter TNI AU. Kondisi ini menyebabkan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pemerintahan di Jila untuk sementara dihentikan hingga situasi keamanan dinilai aman.
Gangguan keamanan juga berpotensi memengaruhi sejumlah pembangunan yang tengah berlangsung di Jila, di antaranya pembangunan kantor distrik, Polsek, perumahan, hingga fasilitas pendidikan.
Rettob memastikan Pemkab Mimika bersama TNI dan Polri akan terus berupaya menciptakan kondisi yang aman agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dan pelayanan publik kembali berjalan.
“Harapan kami situasi cepat aman, cepat damai, dan tidak ada lagi tindakan terhadap anak-anak maupun perempuan,” tegasnya.
Sementara itu Kapolres Mimika, Alredo Rumbiak, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 20 personel untuk memperkuat pengamanan sekaligus melakukan penyelidikan di Jila.
Dari jumlah tersebut, 16 personel telah diterjunkan. Mereka terdiri dari unsur Brimob, tim investigasi, serta personel yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara empat personel lainnya dijadwalkan menyusul pada Jumat.
Alredo menyebut situasi di sekitar wilayah Polsek Jila hingga Kamis malam relatif kondusif. Meski belum terdapat kejadian lanjutan, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Situasi relatif landai, belum ada hal-hal lain yang terjadi. Namun kami tetap waspada. Kehadiran Brimob untuk memastikan tidak terjadi serangan,” jelasnya.
Terkait laporan hilangnya sejumlah anak, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi serta status kejadian tersebut.
Alredo mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa peristiwa itu merupakan penyanderaan karena hingga kini belum ditemukan adanya tuntutan dari pihak tertentu.
“Kalau penyanderaan biasanya ada tuntutan. Sampai sekarang belum ada tuntutan yang disampaikan. Jadi lebih tepat disebut penculikan atau pembawaan paksa,” katanya.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari Polsek Jila, Koramil, dan keluarga korban, terdapat sembilan orang yang dilaporkan hilang.
Kepolisian bersama aparat keamanan lainnya masih melakukan investigasi dan mengumpulkan keterangan untuk mengungkap keberadaan warga yang dilaporkan hilang serta memastikan kondisi keamanan masyarakat di Distrik Jila.
Di tengah situasi tersebut, bantuan tiga ton bahan makanan diharapkan dapat menjaga ketersediaan pangan warga selama aktivitas berkebun belum dapat dilakukan secara normal.(*)














