Timika, mimbarpapua.com – Gemerlap panggung dan riuh ribuan penonton mewarnai Lapangan Timika Indah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026) malam. Namun, sebelum musik dan hiburan dimulai, sekitar lima ribu warga terlebih dahulu larut dalam suasana hening untuk mendoakan para korban bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Momen tersebut menjadi pembuka Timika Fest 2026, konser kemerdekaan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di tengah keramaian perayaan, ribuan warga menundukkan kepala dan mengheningkan cipta. Doa bersama itu menjadi simbol kepedulian dan solidaritas masyarakat Mimika terhadap warga Flores yang tengah menghadapi dampak bencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepedulian tersebut tidak berhenti pada doa. Ikatan Keluarga Flobamora (IKP) Kabupaten Mimika juga membuka penggalangan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di NTT.
Timika Fest 2026 digagas Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) DPC Kabupaten Mimika bersama Kodim 1710/Mimika, Polres Mimika, dan Event Organizer Ada Manajemen.
Selain menghadirkan hiburan, kegiatan ini turut memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Sejumlah pelaku usaha memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk sekaligus mendapatkan peluang ekonomi dari tingginya antusiasme masyarakat.
Wakil Ketua BMP RI DPC Kabupaten Mimika, Ronal Potoru, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Timika Fest 2026.
Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI-Polri, EO ADA Management, media partner, serta masyarakat yang telah hadir dan ikut menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.
“Puji syukur acara ini dapat terselenggara dengan lancar tanpa kendala. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran TNI-Polri serta masyarakat yang hadir,” ujar Ronal.
Antusiasme masyarakat juga mendapat perhatian dari Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak. Ia mengaku takjub melihat jumlah warga yang memadati lokasi konser.
Menurutnya, situasi keamanan dan ketertiban menjadi faktor penting agar berbagai kegiatan hiburan berskala besar dapat terus digelar di Timika.
“Mari kita jaga Kota Timika agar selalu aman. Kota yang aman adalah kunci agar acara meriah seperti ini bisa terus diselenggarakan,” katanya.
Setelah doa bersama dan rangkaian kegiatan sosial selesai, suasana Lapangan Timika Indah perlahan berubah menjadi lautan hiburan. Penampilan sejumlah musisi dan talenta lokal seperti Bringin Home, Melka, Four Life, Blood AK, dan Karaka Dance membuat suasana semakin meriah.
Bringin Home kemudian menjadi salah satu penampil yang paling dinanti. Band tersebut membawakan lagu Anjani dan Tangkap Basah yang disambut antusias para penonton.
Kemeriahan semakin memuncak ketika pertunjukan kembang api menghiasi langit Timika. Penampilan DJ Dio kemudian menutup rangkaian acara dengan suasana penuh energi dan sorak-sorai ribuan warga.
Timika Fest 2026 akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan sebagai konser perayaan kemerdekaan. Di balik gemerlap panggung dan hiburan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pesan tentang solidaritas, kepedulian terhadap sesama, kebersamaan masyarakat, serta dukungan terhadap UMKM lokal.
Dari doa untuk Flores hingga pesta rakyat di Lapangan Timika Indah, malam kemerdekaan di Timika menjadi gambaran bahwa perayaan tidak selalu tentang kemeriahan, tetapi juga tentang berbagi kepedulian.(*)














