Timika, mimbarpapua.com – Ribuan umat Katolik Timika, Mimika, Papua, merayakan malam Paskah dengan melakukan misa Sabtu Suci di Gereja Katolik Katedral Tiga Raja, Sabtu (04/04/2026).
Sabtu Suci atau perayaan malam Paskah merupakan bagian dari pekan suci Paskah yang dirayakan oleh umat Katolik di seluruh dunia. Pekan suci ini diawali dengan Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, dan Minggu Paskah.
Dalam perayaan Syukur Malam Paskah yang sangat penting dalam liturgi yaitu, pertama adalah upacara cahaya, kedua upacara sabda, ketiga upacara pembaptisan, dan keempat upacara Ekaristi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prosesi upacara cahaya dengan menyalakan lilin Paskah dilakukan oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA didampingi Pastor Benny Magai, Pr.
Selain tradisi lilin Paskah, pada perayaan ini juga dilakukan tradisi pemberkatan, dimana 60 orang yang terdiri dari anak hingga dewasa menerima Sakramen Baptis, Komuni Pertama dan Sakramen Krisma.
Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA dalam homilinya mengatakan, mengapa pada malam ini kita merayakan paskah ini ? Apa persoalan atau masalah utamanya yang menjadi faktor penyebab Tuhan kita Yesus Kristus lahir di dunia ini, mengajar kebenaran hidup dan keselamatan kekal bagi kita umat manusia, namun Dia ditangkap, disiksa, dijatuhi hukuman mati dibunuh di kayu salib namun Ia bangkit dari kematian.
“Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini ditemukan dalam bacaan mulai dari Kitab Kejadian hingga Epistola dan Injil,” kata Uskup Bernardus.
Selain itu kata Uskup bahwa, akar persoalan yang membawa manusia jatuh kedalam kebinasaan kekal atau kehancuran abadi adalah kejahatan manusia sendiri.
Sebab manusia senantiasa selalu didorong oleh nafsu-nafsu kejahatan, nafsu kekuasaan, kesombongan, superbia, ingin menyamakan diri kita dengan Allah. Nafsu ingin menguasai alam ciptaan dan sesama manusia yang lain.
Nafsu ingin memiliki kekayaan berlebihan, nafsu ingin mengeruk kekayaan dengan membabi buta. Nafsu untuk menikmati kenikmatan yang sebanyak-banyaknya, sepuas-puasnya, nafsu untuk berkuasa dan main kuasa atas sesama saudara yang lain.
Untuk diketahui bahwa melalui Kitab Kejadian diceritakan dan diuraikan secara terinci dan detail bagaimana Allah menciptakan seluruh jagat raya ini, alam raya dan segala isinya termasuk manusia.
Di kesempatan tersebut Uskup mengajak umat untuk mendalami secara sungguh-sungguh uraian penulis dari kitab Kejadian. (*)














