Keluarga Beanal Tolak Prosesi Adat Pemkab Mimika Di Bundaran, Tuntut Penyelesaian Hak Tanah

- Admin

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:31 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ishak Beanal, adik dari Helena Beanal saat di temui mimbarpapua.com

Ishak Beanal, adik dari Helena Beanal saat di temui mimbarpapua.com

Timika, mimbarpapua.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika berencana menggelar prosesi adat dan ibadah pada 14 Februari 2026 sebagai bagian dari kelanjutan pembangunan jalan dan fasilitas pendukung di kawasan Bundaran Petrosea tembus Bandara Moses Kilangin. Namun rencana tersebut mendapat penolakan tegas dari keluarga Beanal selaku pemilik hak ulayat di lokasi tersebut.

Ishak Beanal, adik dari Helena Beanal, menyatakan bahwa seluruh bentuk kegiatan, termasuk prosesi adat dan ibadah yang direncanakan Pemkab Mimika, sebaiknya ditunda hingga persoalan pembayaran hak atas tanah diselesaikan terlebih dahulu.

Menurut Ishak, tuntutan tersebut telah disampaikan sejak aksi demonstrasi sebelumnya. Ia menegaskan, sebelum ada penyelesaian hak, pihak keluarga tidak mengizinkan adanya aktivitas apa pun di kawasan Bundaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau belum ada penyelesaian, lalu mau bikin adat, saya siap palang di depan. Saya mendukung kakak saya, Helena Beanal. Kami minta Bapak Bupati selesaikan dulu hak kami dua, baru bisa bikin adat di Bundaran,” tegas Ishak.

Ia juga meminta agar Bupati Mimika tidak mengambil langkah sepihak tanpa duduk bersama dan membicarakan langsung persoalan tersebut dengan keluarga Beanal sebagai pemilik hak tanah.

“Kami ini yang kemarin demo dan minta penyelesaian. Jadi sebelum bikin adat, selesaikan dulu kami punya hak,” ujarnya.

Sementara itu, Helena Beanal yang disebut sebagai pemilik tanah kembali menegaskan agar Pemkab Mimika segera menunaikan kewajiban pembayaran hak atas tanah tersebut sebelum melaksanakan kegiatan apa pun di Bundaran.

“Bapak Bupati bayar dulu. Jangan bikin kegiatan di Bundaran. Bicara dulu dengan saya baru buat sesuatu,” kata Helena.

Helena menilai pemerintah tidak boleh mengabaikan suara masyarakat adat, khususnya masyarakat asli sebagai pemilik wilayah. Menurutnya, setiap kegiatan di kawasan Bundaran harus melalui persetujuan dan pertemuan dengan pemilik hak.

“Tidak boleh tidak dengar masyarakat. Kami ini yang pilih pemimpin. Jadi sebelum bicara dengan kami, tidak boleh bikin adat atau rapat di Bundaran. Harus bertemu dulu dengan orang asli yang punya tempat,” tegasnya. (Anto)

Berita Terkait

Program Apprentice Hospitality: IPN-PTFI Berdayakan Masyarakat Kamoro Jadi Tenaga Profesional Pariwisata  
Buka Lahan Terbengkalai, Satgas TMMD Dan Warga Kampung Kekwa Wujudkan Pertanian Produktif
Brimob Hadir sebagai Sahabat Masyarakat, Dukung Pendidikan dan Sebarkan Nilai Kasih di Kapiraya
Tembus Keterbatasan, TNI Temukan Sumber Air Bersih Untuk Warga Pedalaman Mimika
12 Tahun Mengabdi Di Pesisir Pomako, Sofyan Hadi Dorong Pendidikan Dan Dukung Stabilitas Keamanan Papua
Syukuran HUT Ke-80 Persit KCK, Persit Menjadi Kekuatan Moral Yang Tak Terpisahkan Dari Kehidupan Prajurit
Optimis TMMD Rampung Tepat Waktu, Ratusan Personel Diberangkatkan Ke Kekwa
TMMD Ke -128 Mulai Dilaksanakan, Masyarakat Diminta Berpartisipasi Aktif Dan Menjaga Hasil Pembangunan

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 14:33 WIT

Program Apprentice Hospitality: IPN-PTFI Berdayakan Masyarakat Kamoro Jadi Tenaga Profesional Pariwisata  

Selasa, 28 April 2026 - 10:32 WIT

Buka Lahan Terbengkalai, Satgas TMMD Dan Warga Kampung Kekwa Wujudkan Pertanian Produktif

Selasa, 28 April 2026 - 10:03 WIT

Tembus Keterbatasan, TNI Temukan Sumber Air Bersih Untuk Warga Pedalaman Mimika

Selasa, 28 April 2026 - 08:56 WIT

12 Tahun Mengabdi Di Pesisir Pomako, Sofyan Hadi Dorong Pendidikan Dan Dukung Stabilitas Keamanan Papua

Selasa, 28 April 2026 - 08:47 WIT

Syukuran HUT Ke-80 Persit KCK, Persit Menjadi Kekuatan Moral Yang Tak Terpisahkan Dari Kehidupan Prajurit

Rabu, 22 April 2026 - 19:20 WIT

Optimis TMMD Rampung Tepat Waktu, Ratusan Personel Diberangkatkan Ke Kekwa

Rabu, 22 April 2026 - 13:41 WIT

TMMD Ke -128 Mulai Dilaksanakan, Masyarakat Diminta Berpartisipasi Aktif Dan Menjaga Hasil Pembangunan

Selasa, 21 April 2026 - 14:25 WIT

SDN Inpres Uta 2 Kapiraya Mulai Aktif Kembali, Polisi Antar Jemput Murid-murid

Berita Terbaru