Pemprov Bersama Pemda Mimika Gelar Rakorda Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Se-Tanah Papua

- Admin

Kamis, 31 Juli 2025 - 19:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama disela-sela kegiatan Rakorda.

Foto bersama disela-sela kegiatan Rakorda.

Timika, mimbarpapua.com – Untuk pertama kalinya Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kependudukan dan Pencatatan Sipil Se-Tanah Papua tahun 2025 diselenggarakan di Kabupaten Mimika di Hotel Horizon Diana, Kamis (31/07/2025).

Rakorda ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Administrasi Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, Pemberdayaan Masyarakat Dan Kampung bekerja sama dengan
Pemda Mimika.

Kegiatan ini mengusung tema “Percepatan pendataan dan pengimputan data base serta digitalisasi layanan adminduk untuk peningkatan kualitas layanan publik di tanah Papua”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley menyampaikan bahwa berdasarkan tema ini setidaknya ada 2 hal yang menjadi fokus dalam pelaksanaan Rakorda Dukcapil Se-Tanah Papua, yakni percepatan pendataan dan penginputan data base Base Orang Asli Papua (0AP) dan digitalisasi layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di tanah Papua.

Percepatan pendataan dan penginputan data base Base Orang Asli Papua (0AP) sangatlah penting agar tersedia data akurat sebagai dasar kebijakan serta penentuan alokasi Dana Otonomi Khusus di tanah Papua.

“Data OAP sangat penting untuk
memastikan pembangunan di tanah Papua agar dapat berjalan adil, inklusif, dan berkelanjutan, serta melindungi hak-hak Orang Asli Papua,” ujar
Deinas Geley.

Kata Deinas Geley, Ditjen Dukcapil Kemendagri telah meluncurkan aplikasi SIAK Plus untuk pendataan OAP secara detail. Penting juga untuk segera menyepakati klasifikasi OAP sesuai UU Otonomi Khusus Nomor 21 Tahun 2001 melalui MRP se-Tanah Papua.

“Pencatatan dan penginputan data OAP di tanah
Papua masih perlu ditingkatkan melalui kerja sama seluruh pihak terkait. Data yang valid dan terintegrasi sangat penting sebagai dasar kebijakan afirmatif untuk meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua di
berbagai bidang,”katanya.

Hal yang penting juga disampaikan oleh Deinas Geley, yakni digitalisasi layanan administrasi kependudukan (Adminduk) di tanah Papua.

“Karena menjadi bagian penting dari transformasi layanan publik menuju era digital,” kata Wagub Papua Tengah.

Menurut Wagub bahwa pencapaian dokumen adminduk di tanah Papua masih rendah dibandingkan Provinsi lain. Ini mengingat tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan jaringan internet, kondisi sosial masyarakat, dan faktor keamanan.

“Sehingga ini diperlukan sinergi semua pihak untuk mempercepat pendataan, pemanfaatan teknologi digital dan pemerataan akses layanan,” ujar Deinas Geley.

Oleh karena itu dirinya berharap Dinas Dukcapil terus berkomitmen memberikan layanan yang inklusif melalui upaya jemput bola, termasuk di daerah pesisir dan terpencil.

“Demi memastikan kepastian hukum dan perlindungan identitas bagi seluruh warga di tanah Papua. Kami harapkan melalui Rakorda
ini, bisa kita jadikan sebagai langkah konkrit dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat yang ada di tanah Papua,”ucap Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley.

Sementara itu Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya menyampaikan bahwa data kependudukan yang valid dan akurat sangat penting untuk digunakan dalam perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan, pemilu dan pilkada, pelayanan publik, serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat terlebih tentang data basa orang asli papua (OAP).

“Terlebih tentang data base OAP, sangatlah penting dan menentukan keberpihakan dan kebijakan afirmasi bagi orang asli papua. Disinilah pentingnya peranan Dukcapil sebagai leading sektor yang melakukan pendataan dan pengelolaan database orang asli Papua,” katanya.

Sehingga dengan kegiatan ini, Bupati Mimika berharap bisa diikuti dengan baik dan saling bertukar ide, gagasan dan diskusi yang positif dari masing-masing Dukcapil pusat dan daerah.

“Ini untuk bisa saling melengkapi dan membangun kolaborasi dalam mewujudkan integrasi data orang asli Papua yang valid dan akurat,” harap John.

Dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, Dr Teguh Setyabudi berharap urusan dukcapil terus mendapatkan dukungan.

“Kita juga sangat memperhatikan terkait masalah bagaimana pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, kita terus perbaiki oleh dinas dukcapil,” ucapnya.

dimana organisasi perangkat dukcapil tidak semata-mata jadi OPD nya, tetapi unsur fertikal karena begitu strategisnya. Dan untuk di tanah Papua harus menjadi prioritas, ini harus kita perhatikan betul-betul,”ucapnya.(*)

Berita Terkait

Bupati Mimika Lantik Kepala Inspektorat, Tunjuk Tiga Plt Untuk Isi Jabatan Kosong
Tindaklanjut Peredaran Miras Lokal, Pemkab Mimika Desak Aparat Tingkat Bawah Perketat Pengawasan 
Drainase Ditutup Warga, Bangunan Di Atas Parit Terancam Dibongkar
Pelajar Timika Turun Ke Jalan, Tuntut Pemerataan Beasiswa Afirmasi
Bupati Sampaikan Alasan Wapres Kunjungi Timika
Semarak Mobil Hias Ramaikan Malam Takbiran Di Timika
Minta Keadilan Dan Transparansi, Forum Peduli ASN Datangi Kantor Bupati
Sempat Mogok, Petugas Kebersihan Kembali Bekerja Setelah Dilakukan Mediasi

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 17:32 WIT

Tindaklanjut Peredaran Miras Lokal, Pemkab Mimika Desak Aparat Tingkat Bawah Perketat Pengawasan 

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:58 WIT

Drainase Ditutup Warga, Bangunan Di Atas Parit Terancam Dibongkar

Kamis, 30 April 2026 - 20:33 WIT

Pelajar Timika Turun Ke Jalan, Tuntut Pemerataan Beasiswa Afirmasi

Rabu, 22 April 2026 - 20:04 WIT

Bupati Sampaikan Alasan Wapres Kunjungi Timika

Jumat, 20 Maret 2026 - 22:06 WIT

Semarak Mobil Hias Ramaikan Malam Takbiran Di Timika

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:22 WIT

Minta Keadilan Dan Transparansi, Forum Peduli ASN Datangi Kantor Bupati

Senin, 9 Maret 2026 - 20:48 WIT

Sempat Mogok, Petugas Kebersihan Kembali Bekerja Setelah Dilakukan Mediasi

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:14 WIT

Pastikan Berjalan Sesuai Standar BGN, 18 SPPG Akan Dievaluasi

Berita Terbaru