Jakarta, mimbarpapua.com – Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) dan Papua Mountaineering Association (PMA) secara resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama (MOU) di Journey Caffee Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2026). Kerjasama ini fokus pada tata kelola pendakian Gunung Cartensz Pyramid di Taman Nasional Lorentz, serta program pembangunan daerah dan penataan ragam alam (Nataraga).
Ketua Umum PB FMI Mayjen TNI Mar (Purn) Buyung Lalana, SE menekankan pentingnya standarisasi dan tata kelola yang baik. “Kerjasama ini bukan sekadar pendakian, melainkan upaya bersama agar Nataraga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dengan prinsip Zero Accident dan Zero Waste,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum PMA Maximus Tipagau, SE menyebutkan bahwa kesepakatan ini merupakan langkah sejarah. “Kita ingin membawa Cartensz Pyramid – salah satu 7 Summits dunia – menjadi destinasi internasional yang bermartabat. Kolaborasi ini juga akan menyederhanakan koordinasi dengan berbagai kementerian terkait serta melibatkan TNI-POLRI,” jelasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekjen PB FMI dr Muhammad Iqbal El Mubarak, Sp.B menambahkan bahwa kerjasama akan mencakup pemantauan kesehatan, standarisasi peralatan bersertifikasi, regulasi yang jelas, modernisasi sistem tanggap darurat, serta penyediaan fasilitas pendukung. Tujuan utamanya adalah menjadikan gunung-gunung Indonesia sebagai laboratorium alam yang aman bagi para pendaki. (Tri)








