Jayawijaya, mimbarpapua.com – Kepedulian terhadap warga terdampak konflik sosial di Papua Pegunungan kembali ditunjukkan pemerintah bersama aparat keamanan.
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Dr. Ribka Haluk, serta jajaran Forkopimda Papua Pegunungan meninjau langsung para pengungsi akibat konflik antar kelompok masyarakat Suku Yali dan Suku Lani di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak pasca aksi saling serang yang terjadi beberapa waktu terakhir di wilayah Distrik Wouma.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui keterangan yang diberikan kepada awak media, di lokasi pengungsian, rombongan menyapa langsung warga, mendengarkan keluhan masyarakat, sekaligus memberikan dukungan moril kepada para pengungsi yang masih merasakan dampak konflik sosial tersebut.
Kehadiran Pangdam, Wamendagri, dan Forkopimda diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menumbuhkan harapan akan terciptanya perdamaian di Papua Pegunungan.
Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menegaskan bahwa TNI bersama pemerintah daerah terus berupaya membantu penanganan situasi serta menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman.
Sementara itu, Wamendagri Dr. Ribka Haluk menyampaikan bahwa pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian, perlindungan, serta penanganan yang cepat dan tepat.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mempercepat proses penyelesaian konflik melalui pendekatan dialog, kemanusiaan, dan koordinasi bersama seluruh unsur terkait.
Selain memberikan dukungan moril, pemerintah bersama aparat keamanan terus melakukan pemantauan situasi di lapangan guna memastikan kondisi keamanan tetap kondusif dan para pengungsi memperoleh penanganan yang layak.
Melalui pendekatan persuasif dan humanis, diharapkan situasi di Jayawijaya dapat segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali hidup berdampingan dengan damai, aman, dan harmonis.(*)














