Timika, mimbarpapua.com – Sebanyak 92 siswa SMKS St Don Bosco Akan mengikuti pendidikan Sistim Ganda (PSG) di Timika dan luar Timika. Pelepasan para siswa berlangsung Sabtu (30/8/2025) di sekolah dan diikuti orang tua siswa.
Kepala sekolah SMKS St Don Bosco, Nikolaus Teturan, SPd dalam sambutannya mengatakan PSG itu syarat bagi semua sekolah kejuruan di Indonesia. Maka itu siswa kelas XI dan kelas XII wajib ikut PSG.
Setelah siswa mendapat sertifikat PSG berhak mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) bagi siswa kelas XII yang akan berlangsung pada November nanti. TKA wajib dan siswa akan mendapat sertifikat dari Kementrian Pendidikan Nasional. Selain itu PSG juga syarat bagi siswa untuk mengikuti ujian akhir sekolah nanti.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk itu, Nikolaus berpesan kepada para siswa jaga nama baik sekolah. Rajin masuk PSG di dunia usaha. Jangan lagi terjadi satu Minggu masuk rajin, Minggu kedua mulai berkurang lalu Minggu ketiga dan seterusnya sampai penarikan kembali tidak pernah masuk PSG. Bila cara seperti ini bagaimana dunia usaha atau OPD mau percaya sekolah.
Pelepasan tinggal awal bagi orang tua untuk mengawasi anak selama PSG di lapangan. Kepada orang tua sekolah berharap mengawasi anak hingga di tempat PSG. Pagi jam 07.00 WIT sudah berangkat ke tempat PSG, ikuti aturan di sana. Belajar banyak selama praktek sehingga ilmu yang siswa dapat di lapangan bisa diterapkan di sekolah.
Ketua MKKS Kabupaten Mimika, Slamet Dwiyono, ST MEng, menuturkan PSG itu program nasional jadi wajib sekolah melaksanakan. Hari ini pelepasan berarti para siswa mulai terjun kedunia kerja nyata.
Untuk itu paling utama disiplin mulai bangun pagi kemudian jam 07.00 WIT sudah ada di tempat praktek. Selama praktek harus rajin masuk, jangan bolos dan sering tidak masuk di tempat praktek.
Selama praktek pinta Slamet belajar cara kerja mereka, tiru apa yang mereka terapkan di tempat kerja terutama tiru keahlian mereka kemudian bawa itu ke sekolah agar bisa diterapkan di sekolah. Apa yang anak-anak dapat di sana sebagai dunia kerja nyata dan bawa pulang pengalaman baru itu ke sekolah anda.
PSG terang Slamet itu dunia kerja nyata, para siswa harus turun praktek harus rajin mulai pagi hari dan pulang sore hari. Jangan bolos karena itu akan masuk dalam kategori penilaian selama siswa praktek. Di tempat PSG itu dunia orang cari uang yang sebenarnya. Tugas siswa belajar hal itu sehingga setelah selesai sekolah nanti sudah tahu bagaimana orang mencari uang.
Selamat menjalankan PSG dan bawa nama baik sekolah, orang tua supaya ada kesan yang luar biasa dari dunia usaha. Kemudian tahun depan kalau PSG lagi bisa diterima lagi peserta dari SMK Don Bosco.
Pengawas SMK pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Ibu Suryani menuturkan PSG syarat wajib bagi SMK di.sellluruh Indonesia.
Para peserta PSG harus tepat waktu masuk kerja di pagi hari lalu pulang di sore hari. Selama praktek belajar rajin mengikuti dan mencari ilmu tentang pengelasan dan ilmu komputer.
Ke tempat kerja setidaknya rajin dari awal hingga akhir..jangan rajin di Minggu awal kemudian malas diminggu kedua dan seterusnya lalu tidak masuk lagi hingga Minggu penarikan. Jika kebiasaan seperti ini, bagaimana dunia usaha mau kasih penilaian dan sertifikat.
Para siswa harus jaga nama baik sekolah, jaga nama baik orang tua dan jaga nama baik dirimu, agar dunia usaha percaya. Tinggal kesan baik sehingga ketika lulus kami bisa di panggil untuk kerja di sana.
Turut hadir dalam acara pelepasan siswa PSG adalah ketua Komite Sekolah Pak Ngutra, orang tua siswa kelas XI dan kelas XII. (red)









