Timika, mimbarpapua.com – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Sultan Nuku, Nawaripi Dalam, tepatnya di dekat Sekolah Kalam Kudus, Jumat (9/10/2026) malam sekitar pukul 20.50 WIT. Warga yang berada di lokasi berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menyelamatkan barang-barang yang masih bisa di selamatkan.
Sekretaris Kampung Mawokau Jaya, Emanuel Alexander Retob, mengatakan dirinya mengetahui peristiwa tersebut saat baru pulang dari kantor kampung. Ia melihat kobaran api disertai kepulan asap tebal dari lokasi kejadian.
Saat tiba di tempat kejadian, Emanuel mendapati baru sekitar lima hingga enam orang warga berada di lokasi. Situasi sempat membuat warga panik, terlebih kobaran api terus membesar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Emanuel, rumah tersebut dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Penghuninya, seorang ibu bersama anaknya, tidak berada di rumah. Warga sempat berusaha memastikan apakah ada orang yang masih terjebak di dalam, tetapi tidak mendapat jawaban.
Melihat api semakin membesar, warga kemudian berinisiatif menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dijangkau. Untuk memudahkan akses masuk, pintu rumah terpaksa dibobol.
“Kami bobol pintunya karena api tambah besar. Kami berusaha menyelamatkan barang-barang di dalam yang masih bisa diselamatkan,” ungkap Emanuel.
Selain berupaya menyelamatkan barang, warga juga mencoba memadamkan api secara manual. Mereka mengambil air dari toilet dan menggunakannya untuk menyiram bagian rumah yang terbakar. Namun, upaya tersebut belum mampu mengendalikan kobaran api yang terus membesar.
Warga kemudian memanfaatkan pasir yang tersedia di samping rumah untuk membantu meredam api. Menurut Emanuel, keberadaan pasir tersebut cukup membantu warga dalam upaya mengurangi kobaran api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
“Puji Tuhan, ada pasir satu rit di samping rumah yang kami pakai untuk membantu meredam api. Akhirnya api mulai mereda,” tuturnya.
Sekitar 20 menit setelah kejadian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Saat petugas datang, api masih menyala dan kemudian berhasil dipadamkan.
Terkait penyebab kebakaran, Emanuel mengaku belum dapat memastikannya. Ia mengatakan sempat melihat api di bagian pojok belakang rumah. Selain itu, ia juga melihat percikan api pada kabel di rumah induk yang terhubung dengan bangunan rumah papan.
“Saya sempat melihat api di ujung rumah, di pojok belakang. Saya juga sempat melihat percikan api di kabel rumah induk, yaitu rumah besar yang tersambung dengan rumah papan. Jadi, saya belum tahu pasti penyebabnya seperti apa,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti kebakaran belum diketahui dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Sementara itu, informasi mengenai total kerugian material serta kondisi bangunan setelah kebakaran belum diperoleh.(*)












