Timika, mimbarpapua.com – Kabut asap yang menghalangi jarak pandang membuat sebuah perahu long boat yang bertolak dari Sumapro menuju Timika kehilangan arah di perairan Puriri, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Dalam situasi tersebut, tujuh orang penumpang, termasuk seorang bayi berusia sekitar enam bulan, terpaksa berlindung di bangkai kapal Landing Craft Tank (LCT) sembari menunggu pertolongan.
Beruntung, seluruh penumpang berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat setelah keluarga salah satu penumpang melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasat Polairud Polres Mimika, Iptu Kristianus Psakor, S.H., mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian itu sekitar pukul 12.00 WIT. Menindaklanjuti laporan tersebut, Sat Polairud Polres Mimika langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk melakukan upaya pencarian dan evakuasi.
“Informasi baru kami terima sekitar pukul 12.00 WIT. Kami sudah berkoordinasi dengan Basarnas dan mengambil langkah-langkah bersama tim SAR untuk merespons laporan dari salah satu keluarga penumpang,” ujar Kristianus.
Ia menjelaskan, para penumpang mengalami kesulitan menentukan arah perjalanan menuju Timika akibat kabut asap yang menghalangi pandangan. Kondisi tersebut membuat mereka tidak dapat memastikan arah pelayaran sehingga memilih mencari tempat berlindung sementara.
Para penumpang kemudian berlindung di bangkai kapal LCT yang dilaporkan tenggelam sekitar dua hingga tiga minggu sebelumnya. Bangkai kapal yang masih terlihat di permukaan air itu dimanfaatkan sebagai tempat bertahan sembari menunggu bantuan.
“Lokasi mereka kehilangan arah tepatnya di wilayah Puriri. Karena terhalang kabut asap dan tidak bisa memastikan arah menuju Timika, mereka akhirnya berlindung di bangkai kapal LCT yang tenggelam sekitar dua sampai tiga minggu lalu,” jelasnya.
Menurut Kristianus, para penumpang sempat berkomunikasi dengan keluarga mereka untuk meminta bantuan. Keluarga yang berada di Timika kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Basarnas, yang selanjutnya berkoordinasi dengan Sat Polairud Polres Mimika.
Dalam proses penanganan, sebuah perahu nelayan turut membantu mengarahkan perahu tersebut menuju Timika. Tim kemudian bertemu dengan para penumpang di tengah perjalanan sebelum membawa mereka ke Dermaga Pomako.
“Kurang lebih ada tujuh orang di dalam perahu tersebut, termasuk seorang bayi berusia sekitar lima sampai enam bulan. Seluruhnya dalam kondisi baik dan sudah kami evakuasi ke Dermaga Pomako, kemudian bertemu kembali dengan keluarga mereka di Timika,” ungkap Kristianus.
Keberhasilan evakuasi ini merupakan hasil koordinasi antara keluarga penumpang, Basarnas, Sat Polairud Polres Mimika, serta bantuan nelayan setempat.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat yang menggunakan transportasi laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang sebelum melakukan perjalanan. (*)












